Masyarakat di Pengungsian Berharap Bisa Rayakan Natal di Kiwirok

Masyarakat Kiwirok yang mengungsi ke Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, setelah kampungnya diserang KKB, tanggal 13 September 2021 yang menyebabkan seorang tenaga kesehatan meninggal dan lima lainnya luka-luka termasuk dokter. (ANTARA/HO/Dok Satgas Damai Cartenz)

Metro Merauke – Masyarakat Kiwirok yang saat ini mengungsi di Oksibil, Ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, berharap bisa kembali ke kampung halaman sebelum Natal.

“Para pengungsi ingin merayakan Natal dan Tahun Baru 2023 di Kiwirok,” kata Isak Mimin, salah satu relawan pengungsi Kiwirok di Oksibil, Senin.

Bacaan Lainnya

Diakui, masyarakat sangat mendukung adanya rencana pemulangan yang diinisiasi Satgas Damai Cartenz bersama aparat keamanan serta instansi terkait.

“Kami sangat berterimakasih kepada Polri dan TNI yang merencanakan kepulangan karena itu menjadi doa semua masyarakat asal Kiwirok,” kata Isak.

Isak mengaku, dirinya bersama rekan-rekannya akan selalu mendampingi hingga mereka bisa beraktivitas seperti biasa di kampung halaman di Kiwirok.

Relawan berupaya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat selama di pengungsian.

Tercatat sudah 428 hari relawan mendampingi masyarakat Kiwirok di Oksibil. Relawan pengungsi Kiwirok di Oksibil dibentuk tanggal 21 September 2021 lalu, kata Isak Mimin.

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo, tanggal 13 September 2021 menyerang petugas kesehatan dan warga sipil.

Akibat serangan tersebut menyebabkan seorang tenaga kesehatan yakni Gabriela Melani meninggal dan empat rekan serta seorang dokter terluka.

KKB juga membakar sejumlah fasilitas umum yang ada di Kiwirok di antaranya puskesmas, kantor kas Bank Papua dan pasar. (Ant)

Untuk Pembaca Metro Merauke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *