Pameran Perikanan Digelar 2 Hari

Pengunjung tengah melihat-lihat stand di pameran perikanan

Metro Merauke – Selain peluncuran Pulau Kolepom sebagai kawasan konservasi perairan pertama di Papua Selatan, dalam acara ini juga diselenggarakan pameran perikanan yang akan menampilkan berbagai produk dan inovasi terkait sektor perikanan, Selasa (04/07/2023).

Manajer Program di Unit Lingkungan UNDP Indonesia, Iwan Kurniawan, mewakili ATSEA-2 Project mengatakan, kegiatan pameran perikanan yang berlangsung dua hari, merupakan kesempatan bagi pelaku usaha perikanan untuk memperluas jaringan bisnis, memamerkan produk-produk unggulan mereka, serta mendapatkan informasi terkini tentang perkembangan terbaru di industri perikanan.

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, acara ini juga akan menyediakan pelayanan izin perikanan terkait, seperti gerai pendaftaran e-pass kecil dan Tanda Daftar Kapal Perikanan (TDKP), serta gerai KUSUKA (Kartu Pelaku Usaha Bidang Kelautan dan Perikanan KUSUKA).

Melalui pelayanan ini, diharapkan para pelaku usaha perikanan di Merauke dapat memperoleh identitas resmi dan akses yang lebih mudah dalam menjalankan kegiatan bisnis mereka.

Sebagai bagian dari agenda acara, juga diselenggarakan Talkshow Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dengan fokus pada SDG nomor 14, yakni Life Below Water atau Kehidupan di Bawah Air.

Talkshow ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dan perlindungan sumber daya laut serta mendiskusikan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapai tujuan tersebut.

Secara umum, cakupan wilayah kerja ATSEA-2 Project termasuk perairan Australia, Indonesia, Timor-Leste, dan Papua New Guinea yang membawa misi berupaya mendorong sektor perikanan, restorasi habitat, pengurangan polusi, perlindungan spesies laut, dan mendukung masyarakat pesisir untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim. Di Indonesia, khususnya, program ini menjadi kolaborasi antara KKP dengan UNDP Indonesia, dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan.

Dengan langkah ini, diharapkan pengelolaan kawasan konservasi oleh Pemerintah Provinsi Papua Selatan memberikan manfaat positif bagi masyarakat dan ekosistem Laut Arafura dan Timor yang berkelanjutan.

Selanjutnya, perlu dilakukan penyusunan kelembagaan dan rencana pengelolaan yang mencakup program peningkatan kapasitas untuk masyarakat dan praktisi setempat untuk memastikan keuntungan dan peningkatan mata pencaharian masyarakat di Laut Arafura secara luas. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *