Metro Merauke – Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan (SKIPM) Merauke, Slamet Andriyanto, membuka kegiatan In House Training Pengujian Organoleptik, Selasa (07/06/2022).
Pelatihan digelar sebagai satu langkah Stasiun KIPM Merauke dari Quality Assurance dalam mendukung akselerasi mutu produk perikanan.
Menurut Slamet Andriyanto, kegiatan tersebut merupakan upaya pihaknya untuk melakukan penyegaran atau refreshment.
Sekaligus guna melakukan perawatan panelis standar personel laboratorium Stasiun KIPM Merauke dalam melaksanakan tugasnya, sebagai analis dalam menilai mutu ikan yang akan dikirim ke luar daerah Merauke.
Ia menjelaskan, penilaian organoleptik adalah cara pengujian menggunakan indera manusia untuk menilai mutu produk perikanan, meliputi spesifikasi mutu kenampakan, bau, rasa dan tekstur.
“Ikan yang tujuannya untuk dikonsumsi manusia tentu harus lolos uji, minimal dari uji organoleptik. Sehingga ikan-ikan yang dikirim aman dikonsumsi,” ujarnya.
Untuk itulah, sambung Slamet, petugas laboratorium Stasiun KIPM perlu dilakukan perawatan lewat pelatihan untuk distandarkan kemampuannya.
Ditambahkan, untuk mengoptimalkan kegiatan pelatihan, pihaknya mendatangkan narasumber dari Balai KIPM Jakarta II, Ronald N, yang juga ahli dalam bidang pengujian organoleptik.
Dalam pelaksanaanya Stasiun KIPM bersinergi dengan instansi terkait, termasuk mengikut sertakan
tiga pengolahan ikan, masing-masing PT. Perindo, PT. Mitra Timur Rayatama, dan CV. Bintang Fahri Internasional untuk ikut dalam kegiatan pelatihan.
“In House Training pengujian Organoleptik berlangsung 7-10 Juni, kegiatan ini sangat penting bagi perusahaan dalam melakukan seleksi penerimaan bahan baku, sehingga produk perikanan yang dihasilkan pun sesuai dengan harapan perusahaan,”tandasnya. (Nuryani)
















































