Tingkatkan Produksi Bawang Merah, Legislator: Perlu Kolaborasi Menjawab Permasalahan Petani

Anggota Komisi IV DPR RI, H Sulaeman L Hamzah didampingi Anggota DPR Papua, Fauzun Nihayah, Anggota DPRD Merauke, Johan Paulus melakukan panen bawang merah jenis Agrosit Maserati bersama petani

Metro Merauke – Ibu Kota Provinsi Papua Selatan, Merauke, diketahui memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang besar. Sebut saja pertanian hortikultura pun digenjot kemajuannya.

Anggota Komisi IV DPR RI, H Sulaeman L Hamzah mengemukakan, untuk mendukung kemajuan sektor pertanian, dibutuhkan kolaborasi dan sinergitas lintas sektor.

Bacaan Lainnya

Terlebih, sambung Hamzah, dengan sudah terbentuk menjadi satu daerah otonomi baru, Provinsi Papua Selatan (PPS), menjadi jembatan di dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, termasuk bagi petani.

Hal itu dikatakanya saat melakukan panen bawang merah bersama petani di Merauke.

Menurutnya, sebagai Legislator Dapil Papua, Sulaeman Hamzah mengaku berkewajiban untuk terus mendorong aspirasi petani hingga dapat didengar pemerintah pusat.

“Sesuai Dapil, masyarakat yang saya layani di 29 kabupaten/kota di wilayah Papua. Saya wajib ketemu konstituen, setiap aspirasi yang menjadi harapan warga hingga kelompok tani wajib diperjuangkan hingga di Senayan,”katanya.

Termasuk dalam serap aspirasi di tengah-tengah petani bawang merah yang balum lama ini dilakukan di Merauke, sejumlah kebutuhan petani disampaikan. Semisal peralatan mendukung pengolahan dan pengembangan hortikultura.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Rumah Aspirasi H Sulaeman L Hamzah, Fauzun Nihayah, yang juga Anggota DPR Papua Fraksi NasDem mengaku senang.

Sebab program yang diberikan ke masyarakat, termasuk petani bawang merah diketahui benar-benar memberi nilai manfaat yang besar.

“Lewat program yang diterima, kita sangat inginkan petani di Merauke maju dan sejahtera,”tuturnya.

Meski begitu, Fauzun Nihayah terus mengingatkan petani, supaya program bantuan peralatan digunakan secara kelompok bukan orang perorang.

Politikus Fraksi NasDem ini juga mengapresiasi keberhasilan petani bawang merah di Merauke. Ke depan, katanya, petani bawang perlu diberikan pendampingan agar lebih mengoptimalkan hasil produksi.

“Jika produksi bawang lokal memadai, tidak perlu lagi untuk datangkan dari luar daerah,” ujarnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Merauke, A. Yoga Priyanto mengungkapkan, Kabupaten Merauke sempat mengalami surplus bawang merah, tepatnya pada 2011-2013.

Dimana, kata Yoga, produksi bawang lokal mampu memenuhi kebutuhan wilayah Papua.

“Sejumlah tempat di Merauke sangat potensial untuk budidaya bawang merah. Memang, sangat dibutuhkan kolaborasi bersama dalam menggenjot kemajuannya,” tukasnya. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *