Alexander Gobai: Musda KNPI Papua Tidak Transparan

Bakal Calon Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua, Alexander Gobai

Metro Merauke – Bakal calon Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua, Alexander Gobai menyatakan pelaksanaan musyawarah daerah (musda) organisasi kepemudaan di Papua itu pada 24-26 Januari, yang berlangsung di Kota Jayapura tidak transparan.

Alexander Gobai menilai, musda yang membuat calon ketua KNPI Papua petahan, Albert Wanimbo terpilih akalamasi ini tidak dilakukan secara transparan, terhomat dan bermartabat.

Bacaan Lainnya

“Hingga kini, saya belum mengakui Albert G. Wanimbo yang terpilih secara aklamasikan sebagai Ketua KNPI untuk periode keduanya. Sebab, proses musda mulai dari sidang pleno I hingga IV tidak dilakukan secara transparan, terhomat dan bermartabat,” kata Alexander Gobai, Sabtu (28/01/2022).

Salah satu aktivis pemuda di Papua itu menilai, banyak pelanggaran dalam musda KNPI Papua versi Noer Fatjriansha itu. Termasuk dugaan pelanggaran AD/ART, peraturan organisasi, jadwal kegiatan musda tidak transparan dan dugaan pelanggaran lainnya.  

“Hal ini mesti dievaluasi kembali semua pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Papua,” ucapnya.

Menurutnya, pelaksanaan musda harus mendepankan prinsip prinsip organisasi dan nilai-nilainya, sehingga pelaksanaannya dapat terlihat baik, meski ada permainan di dalamnya. 

“Hal itu wajar-wajar saja. Oleh sebab itu, patut seluruh forum mencurigai bahwa Musda KNPI Papua ke-14 tidak berbobot,” ujarnya.

Katanya, sejak panitia musda dibentuk, tidak konsisten dengan semua tahapan-tahapan menuju Musda KNPI Papua ke-14. Apalagi, DPD II KNPI kabupaten/kota tidak memehuhi kuota 50 berbanding satu. Such electric lamps are https://clickmiamibeach.com/ known in diverse embodiments.

Hanya tujuh kabupaten yang pengurusnya definit, diantaranya KNPI Paniai, Deiyai, Dogiyai, Mimika, Keerom, Merauke, Supiori, dan masih banyak masalah yang bertentangan dengan konstitusi organisasi KNPI.

“Kami lihat, banyak kecurangan yang dilakukan panitia, sehingga semua tahapan-tahapan dilakukan sesuka hati mereka. Ini mestinya tidak boleh terjadi dan harus ditinjau kembali sesuai mekanisme organisasi KNPI,” katanya.

Alexander Gobai yang merupakan mantan Presiden Universitas Sains dan Teknologi Jayapura itu mengatakan, sejak awal semua tahapan sudah berantakan. Akhirnya prosesnyapun diduga penuh kecurangan untuk menggugurkan bakal calon lainnya, karena alasan berkas belum lengkap. 

“Semua tahapan sudah kami ikuti. SC dan pimpinan sidang harus terima agar calon bertarung secara demokrasi. Jangan aklamasi karena itu tidak terhormat. Jangan sampai karena masalah ini, pemuda dikotak-kotakan dan terpecah,” ujarnya. (Arjuna)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *