Metro Merauke – Bursa kandidat DPD RI dari Daerah Pemilihan Papua Selatan diramaikan sejumlah tokoh.
Adalah Sularso, mantan Wakil Bupati Merauke, Periode 2016-2021 pun ingin mencoba peruntungannya maju sebagai bakal calon anggota DPD RI dari Dapil Papua Selatan.
Sularso datang ke KPU pukul 13.50 WIT, Minggu (08/01/2023) untuk menyerahkan berkas dukungan pencalonannya sebagai bakal calon anggota DPD RI.
Usai menyerahkan dukungan, kepada wartawan, Sularso mengungkapkan niatnya maju ke DPD karena dirinya memiliki tekad untuk membangun DOB Papua Selatan.
Sularso mengaku sudah membawa 1.222 dukungan untuk persyaratannya maju DPD RI dari Papua Selatan. Dimana pesebarannya, dari Kabupaten Boven Digoel 41 orang, Mappi 64 orang, Asmat 39 orang, dan Merauke 1.088 orang.
Menurut Sularso, sebagai provinsi baru (PPS) butuh pondasi kuat dan dukungan semua pihak.
“Perkembangan dan kemajuan di PPS perlu mendapat dukungan semua pihak. Potensi daerah sangat besar, semua komponen harus saling bersinergi. Dan ini yang membuat saya terpanggil, dalam benak hati, saya akan bekerja maksimal untuk memajukan masyarakat Papua Selatan, kita harus terpacu untuk membangun,”tuturnya.
Dirinya mengharapkan semua elemen bisa saling bersinergi, mendukung dalam membangun PPS guna mendorong pembangunan daerah lebih cepat.

Kemudian, nama lainnya yang terpantau datang ke KPU Papua Selatan, Minggu sore (08/01/2023), Ketua KNPI Merauke, Simon Petrus Balagaize.
Bakal calon anggota DPD RI ini datang menyerahkan berkas dukungan dari 4 kabupaten di Papua Selatan.
Total dukungan untuk Simon Petrus Balagaize sebanyak 1.020 dukungan.
Dari Kabupaten Boven Digoel sebanyak 5 orang, Mappi 572 orang, Asmat 15 orang, dan Merauke 428 orang.
Pada kesempatan itu Simon mengatakan keinginannya untuk maju di DPD RI, sebagai representasi pemuda asli Marind Papua Selatan
Katanya, proses pendaftaran dirinya sebagai bacalon DPD di KPU Papua Selatan merupakan proses besar dan menjadi wujud pengkaderisasi anak Papua di NKRI.
“Ini merupakan proses besar dan menjadi awal yang baik. Ada kaderisasi anak Papua di NKRI,” tandasnya. (Nuryani)
















































