Metro Merauke – Salah satu tokoh pemuda asal Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Benny Kogoya menilai kehadiran dan kebijakan negara di Papua dapat diterjemahkan serta wujudkan oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP.MH.
Lukas Enembe dianggap dapat menciptakan karya nyata untuk melakukan perubahan di berbagai bidang di Provinsi Papua.
Namun Benny Kogoya menyayangkan, sebab negara seakan tidak menginginkan hal-hal yang dilakukan Lukas Enembe dalam membangun manusia maupun kemajuan di Papua.
Padahal Gubernur Lukas Enembe juga berani mengirim ribuan anak Papua kuliah di luar negeri, sehingga mereka kembali ke daerah untuk membangun bangsa dan negerinya, agar terjadi kemajuan dengan dunia luar dan mengharukan nama bangsa Indonesia.
Gubernur Lukas Enembe mulai menata dan mambangun beberapa kota di Papua, serta pusat pemerintahan dalam mengikuti zaman di Bumi Cendrawasih ini, sehingga tidak tertinggal dengan daerah lain di ufuk Indonesia Timur yang perbatasan langsung dengan negara tetangga yakni Papua New Gunea (PNG)
“Tapi ini, negara malah tidak menginginkan hal yang dibangun oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, sebab tiap tahun beliau (Lukas Enembe) ini selalu diganggu dengan berbagai kasus. Namun dengan penyertahan Tuhan Yang Maha Kuasa, beliau bisa menyelesaikan semua pekerjaan dan dapat meresmikan semua pembangunan yang telah dicanangkan itu,” kata Benny Kogoya.
Menurutnya, apa yang dilakukan Lukas Enembe itu sangat luar biasa untuk di kenang generasi berikut, dan secara langsung negera bisa memberikan penghargaan kepadanya.
Akan tetapi sebaliknya, Lukas Enembe dituduh yang bukan-bukan. Misalnya dituduh melakukan korupsi, sehingga membuat rakyat Papua atau generasi muda bingung dengan situasi itu.
“Dalam arti, kita bukan anti KPK atau anti hukum, tapi cara yang di perlakukan negara terhadap Lukas Enembe sangat disayangkan,” ucapnya.
Benny Kogoya mengatakan, secara pribadi dan intelektual ia melihat seorang Lukas Enembe mempunya visi besar untuk membawa Papua ke arah yang lebih maju lagi.
“beliau sudah wujudkan dalam masa kepemimpinan selama 9 tahun dalam membangun Papua termasuk membangun Indonesia ini. Berbeda dengan gubernur – gubernur sebelumnya yang masa kepemimpinan mereka tidak ada yang nampak dalam membangun Tanah Papua dan negeri ini,” ucapnya.
Menurut Banny Kogoya, mestinya negara mengakui dan memberikan penghargaan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe, serta mambawa beliau ke level yang lebih tinggi lagi, misalnya setingkat Menteri.
“Tetapi ini terbalik dan mungkin mantan presiden kita Bung Karno yang bisa memberikan penghargaan ke beliau, karena presiden kita terdahulu adalah seorang negarawan dan nasionalis,” ujar Benny.
Ditambahkan, meskipun negara tidak memberikan penghargaan kepada Lukas Enembe, namun Lukas Enembe tetap ada di hati rakyat Papua dan Tuhan.
“Saya yang akan memberikan penghargaan dan saya sebagai saksi bisa melihat semua hasil karya Lukas Enembe. Apalagi saat ini kami turut merasakan hasil karya beliau,” tegasnya.
Katanya, untuk mengenang jasa-jasa Lukas Enembe dalam pembangunan, ia mempunyai suatu impian untuk membangun patung Lukas Enembe atau taman di alam terbuka di Puncak Mega, Kubu – belela
“Sehingga dapat memberikan nama jalan Lukas Enembe sebagai wujud apresiasi kepada Gubernur. Tapi, tunggu waktu yang tepat, kapan akan saya wujudkan hal itu,” kata Benny Kogoya. (Redaksi/Arjuna)
















































