Metro Merauke – Satu di antara legenda hidup Persipura, Eduard Ivakdalam pernah menolak tawaran melatih tim di luar Papua, demi Persipura.
Sebelum pelatih yang sukses mempersembahkan medali emas bagi Papua dari cabang olahraga sepak bola saat PON XX itu, memilih melatih klub Liga 2 asal Papua, Persewar Waropen ia pernah ditawari manajemen Sulut United.
Manajemen klub sepak bola asal Manado, Sulawesi Utara itu, bahkan telah menyodorkan nilai kontrak kepada Eduard Ivakdalam.
Namun Eduard Ivakdalam menolak tawaran itu, karena menunggu kepastian dari manajemen Persipura.
Sebab, ia salah satu calon pelatih yang disebut sebut akan mengarsiteki Mutiara Hitam pada kompetisi Liga 2 musim 2022/2023.
“Sejak awal Sulut United terus menghubungi saya. Sampai tiga pekan mereka terus berupaya membujuk saya. Bahkan sudah sepakat mengenai nilai kontrak,” kata Eduard Ivakdalam.
Namun saat itu, adik kandung mantan Kapten Persipura, Alm. Carolino Ivakdalam itu lebih memikirkan melatih tim Papua, termasuk Persipura.
Ia pun membatalkan negosiasi dengan Sulut United dan menunggu kepastian dari manajemen Persipura.
“Namun karena manajemen tak kunjung memberi kepastian, saya memilih menerima klub sepak bola Liga 2 lainnya dari Papua, Perswar Waropen,” ucapnya.
Katanya, sebagai mantan pemain sepak bola yang namanya dibesarkan Persipura, ia ingin berkontribusi terhadap Mutiara Hitam.
Akan tetapi, ia juga tidak bisa memaksakan kehendak apabila manajemen memang tidak menginginkannya.
“Terimakasih kepada pendukung Persipura dan masyarakat Papua, yang selama ini berharap saya bisa melatih Persipura. Mungkin Tuhan belum memberikan saya kesempatan untuk melatih Persipura,” ujarnya. (Arjuna)














































