Metro Merauke – Kepala Distrik Tabonji, Merauke, Papua, Yohanes Kapura dengan tegas, meminta SD Yeraha di Tabonji untuk tidak menggelar Ujian Sekolah (US) bagi siswanya tahun ini.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, menyusul dari hasil monitoring yang dilakukan Kepala Distrik setempat mendapati, bahwa di sekolah itu tidak ada aktivitas belajar mengajar.
“Sudah ada tiga tahun selama saya bertugas di Tabonji, SD Yeraha tidak ada aktivitas belajar mengajar. Bahkan kepala sekolahnya entah kemana,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.
Mengetahui kondisi tersebut, ia mengaku prihatin memikirkan nasib pendidikan anak-anak di kampung.
Kepala Distrik bahkan sudah melaporkan permasalahan itu langsung ke dinas terkait. Harapanya, pemerintah dapat mengambil langkah tegas sekaligus untuk memberikan efek jera bagi guru-guru yang meninggalkan tempat tugas.
“Kita minta agar SD Yeraha tidak diikuitkan dalam ujian, karena monitoring di lapangan, sekolah ini tidak jalan sama sekali,”pintanya.
Pihaknya berharap pemerintah segera memberikan sanksi tegas agar guru lebih giat menjalankan tugas dengan baik. (Nuryani)
















































