Belum Ditemukan Ada Ternak di Merauke yang Terserang PMK

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas  Ketahanan Pangan, Peternakan dan  Kesehatan Kabupaten Merauke, Martha Bayu Wijaya

Metro Merauke – Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Kabupaten Merauke, Papua menyatakan hingga kini belum ditemukan adanya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak di wilayah itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas  Ketahanan Pangan, Peternakan dan  Kesehatan Kabupaten Merauke, Martha Bayu Wijaya mengatakan, dari hasil pemantauan pihaknya belum ditemukan ada ternak di sana yang terinfeksi PMK.

Bacaan Lainnya

“Sejauh pengamatan yang kami dilakukan di Merauke, kasus PMK pada ternak belum ditemukan,” kata Martha Bayu Wijaya.

Ia menjelaskan, ternak yang dapat terserang PMK di antaranya kerbau, sapi, babi dan domba.

Katanya, untuk itu mesti dilakukan antisipasi dini di Kabupaten Merauke. Mencegah masuknya penyakit pada hewan ini.

“Penularan PMK ini, juga bisa melalui daging segar. PMK itu penyakit menular dan menyerang hewan berkuku. Penyebabnya adalah virus RNA,” ujarnya.

Menurutnya, virus PMK bertahan hidup di tulang, kelenjar susu dan beberapa bagian tuhuh lain dari hewan. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas  Ketahanan Pangan, Peternakan dan  Kesehatan Kabupaten Merauke, Martha Bayu Wijaya mengatakan, dampak ternak terinfeksi PMK, yaitu produksi susunya berkurang, penurunan berat badan, hingga mati mendadak.

“Gejala PMK dapat ditemukan di lidah, gusi, hidung dan kuku dan hewan. Ternak yang terserang PMK juga tidak mampu jalan, air liurnya berlebihan, dan tidak memiliki nafsu makan,” kata Martha Bayu Wijaya. (Arjuna)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *