Metro Merauke – Bupati Merauke, Papua, Romanus Mbraka menyatakan limbah peternakan ayam milik PT Harvest Pulus Papua sedang dikaji.
Kajian dilakukan, sebab warga Kampung Mulya, Distrik Merauke yang ada di sekitar lokasi peternakan, mengeluhkan bau yang sering timbul.
Warga sekitarpun meminta, agar peternakan ayam itu ditutup atau dipindahkan ke lokasi lain.
Namun Bupati Merauke menyatakan, perlu dilakukan kajian mendalam untuk mencari solusi terbaik masalah itu.
“Masih perlu dikaji secara teknis. Saya lagi serius mengkaji, agar aspirasi masyarakat direspons, dan investasi tetap jalan untuk keperluan pembangunan di Kabupaten Merauke,” kata Romanus Mbaraka beberapa hari lalu.
Menurutnya, dalam kajian ada sejumlah hal yang perlu diteliti. Sebab, hasil laboratorium menyatakan bau dari limbah peternakan itu belum melebihi ambang batas.
“Saya coba meneliti secara detail bagaimana pengelolaan limbah, apakah sesuai standar pengelolaan limbah di peternakan,” ucapnya.
Katanya, pihak perusahaan juga sudah berupaya mengurangi bau limbah peternakan. Namun penanganan pengelolaan limbah perlu lebih efektif.
“Setidaknya ada alternatif lain. Misalnya penampungan kotoran ternak ayam, dipindahkan jauh dari lokasi,” ujarnya.
Romanus Mbaraka mengatakan, pihaknya juga akan memastikan kapasitas kandang di peternakan.
Apakah kapasitas kandang sebanding dengan luas lahan, dan banyaknya ternak ayam di sana, atau tidak.
Setelah itu, barulah pihak menyimpulkan solusi yang akan diambil, agar warga dan perusahaan tidak ada yang merasa dirugikan.
Ia menambahkan, pihak perusahaan juga mesti menjelaskan secara baik kepada warga mengenai hasil penelitian laboratorium, sebab bau dari peternakan itu hanya tercium sewaktu waktu. (Redaksi/Arjuna)
















































