Kampanye di Sarmi, Cagub Papua: Jika Ingin Perubahan Pilih Yanni-Jemmi 

Pasangan calon Gubernur Papua dan calon Wakil Gubernur Papua nomor urut 02, Matius Fakhiri - Aryoko Rumaropen (Mari-Yo) bersama pasangan calon Bupati Sarmi dan calon Wakil Bupati Sarmi nomor urut 02, Yanni-Jemmi Esau Maban (Yanni-Jemmi)

Metro – Pasangan calon Gubernur Papua dan calon Wakil Gubernur Papua nomor urut 02, Matius Fakhiri – Aryoko Rumaropen (Mari-Yo) bersama pasangan calon Bupati Sarmi dan calon Wakil Bupati Sarmi nomor urut 02, Yanni-Jemmi Esau Maban (Yanni-Jemmi) melakukan kampanye terbuka di Lapangan Merdeka Sarmi pada Selasa, 12 November 2024.

Dalam kampanye yang dihadiri ribuan massa itu, calon Gubernur Papua, Mathius Derek Fakhiri melalui orasi politiknya menyatakan, untuk membangun Provinsi Papua tidak bisa hanya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi. Namun mesti bersinergi dengan kabupaten dan kota, termasuk di Kabupaten Sarmi.

Bacaan Lainnya

“Tidak bisa gubernur jalan sendiri, bupati/wali kota juga jalan sendiri. Tapi kalau kita saling terhubung, pastinya pembangunan bisa jalan,” kata Fakhiri.

Menurutnya, pasangan Mari-Yo didukung 16 partai politik, salah satunya partai Gerindra yang  merupakan partai pengusung utama pasangan Yanni – Jemmi. 

Untuk itu, warga Sarmi mesti memilih pasangan calon nomor urut 02, Yanni-Jemmi untuk Kabupaten Sarmi dan pasangan calon nomor urut 02, Mari-Yo untuk Provinsi Papua.

Katanya, apabila masyarakat Sarmi ingin perubahan mesti memilih calon yang diusung Partai Gerindra, partai yang dipimpin Prabowo Subianto, Presiden RI saat ini, agar ada konetifitas antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

Fakhiri mengajak diwaktu tersisa 15 hari jelang pencoblosan, agar setiap masyarakat yang hadir untuk bisa mengajak semua saudaranya mencoblos nomor urut 02 untuk Kabupaten Sarmi dan Provinsi Papua.

“Saya memilih calon bupati perempuan ini (Yanni) kan biar bisa nyambung apa yang diinginkan provinsi dan pusat. Selain itu, mau tes juga apa mereka bisa bersaing dengan bupati laki-laki. Ingat kalau kamu pilih Mari-Yo, berarti kalian juga harus pilih Yenni-Jemmi,” ucapnya.

Juru Kampanye Mari-Yo, Benyamin Gurik dalam orasi politiknya menyerukan, agar masyarakat jangan percaya isu agama yang sengaja diciptakan untuk menarik simpati orang Papua.

“Ini hanya ambisi kekuasaan satu dua orang, isu ini dimainkan,karena hanya isu ini yang bisa dimainkan untuk menghapus cara berpikir kritis kita. Seolah bahwa hanya karena satu agama kita bisa menyelamatkan Papua,” kata Gurik.

Sebelum berkampanye, pasangan Yanni-Jemmi dan Mari-Yo meresmikan posko pemenangan di sejumlah titik, di antaranya Posko Relawan Bagaiserwar, Posko Relawan Sawar, juga bertatap muka dengan masyarakat di pasar Mararena, bertemu keluarga besar Papua Selatan, serta tatap muka dengan Dewan Adat Sarmi.

Ketika meresmikan sejumlah  Posko, Matius Fakhiri banyak mendapatkan keluhan dari masyarakat diantaranya masalah infrastruktur, kesehatan dan masalah SDM (Sumber Daya Manusia).

Masyarakat Sarmi berharap, apabila Mari-Yo terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur, anak-anak Sarmi dapat diterima sebagai Akpol. Selain itu, mereka berharap ada putra dan putri asli Kabupaten Sarmi yant menduduki jabatan di Pemerintahan Provinsi Papua. (Arjuna)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *