Klaim Merauke Surplus, Beras Lokal Siap Penuhi Kebutuhan Luar Daerah

Proses pengiriman beras lokal ke sejumlah daerah yang diawali ke Timika

Metro Merauke – Bertempat di Pelabuhan Yos Sudarso Merauke, Bulog Cabang Merauke mulai melakukan pengiriman beras hasil pertanian lokal untuk dikirim ke Timika.

Pengiriman ini dipimpin langsung Pimpinan Cabang Bulog Merauke, Karennu dan didampingi Komandan Kodim 1707/Merauke, Letkol Inf Johny Nofriady, Rabu (16/04/25).

Bacaan Lainnya

Pengiriman dilakukan melalui jalur laut dengan estimasi kapal akan tiba di Pelabuhan Merauke pada 23 April mendatang, berangkat menuju Timika 25 April dengan waktu tempuh perjalanan sekitar dua hari.

Proses pengiriman ini dikoordinasikan anak perusahaan Bulog, Jasa Prima Logistik (JPL) yang bertanggung jawab penuh atas penyaluran hingga distribusi ke tujuan.

Karennu berharap agar proses pengiriman berjalan lancar, tepat waktu, dan tetap menjaga kualitas serta kuantitas beras yang dikirim.

“Kami pastikan tahapan penyaluran dilakukan dengan standar yang tinggi demi mendukung ketahanan pangan di Papua,” kata Karennu disela-sela kegiatan.

Dijelaskan, selain Timika, ada sejumlah daerah yang menjadi tujuan pengiriman beras lokal Merauke. Yakni Manokwari, Sorong, dan Biak.

“Total perintah pengiriman beras sebanyak 8.000 ton dan baru realisasi 5.500 ton,” jelas Karennu.

Sementara itu, Letkol Inf Johny Nofriady menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif Kodim 1707/Merauke yang telah melakukan pendampingan sejak awal, mulai dari pengolahan lahan hingga panen.

“Kami terus mendampingi petani dan mendorong hilirisasi produk pertanian. Sebelumnya, kami juga telah berhasil mengirim beras ke Sorong dan Manokwari,” ungkapnya.

Letkol Johny juga menegaskan, target swasembada pangan untuk wilayah Papua dapat terwujud hingga Merauke kini telah menjadi salah satu lumbung pangan nasional berkat pembukaan lahan dan sinergitas dari semua pihak.

Selaras dengan hal tersebut, Kodim 1707/Merauke dan Bulog juga melakukan inspeksi ke berbagai penggilingan padi di distrik-distrik. Tujuannya untuk memastikan semua fasilitas pendukung distribusi berfungsi dengan baik.

“Ini juga penting, sehingga hasil panen tidak mandek sampai gabah saja, termasuk penggilingan kecil yang bingung menjadi mitra bulog sekarang sudah bisa. Harapan kita kedepan petani sejahtera dan kebutuhan pangan tetap terjaga,” tandas Johny Nofriady. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *