Metro Merauke – Pemerintah Kabupaten atau pemerintah daerah (Pemda) Merauke, Papua akan berupaya membantu petani di sana meningkatkan kualitas beras, hasil panen mereka.
Pernyataan itu dikatakan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka saat bertemu warga Kampung Salor Indah, Distrik Kurik akhir pekan lalu, seperti dikutip dari suryapapua.com.
Menurutnya, kualitas beras petani di Merauke perlu ditingkatkan. Mulai dari hasil produk, saat dijemur dan proses penggilingan.
“Berdoa, agar berbagai kekurangan itu, perlahan akan diperbaiki oleh pemerintah daerah,” kata Romanus Mbaraka.
Menurutnya, sebagai pimpinan di wilayah itu, apapun keluhan dan kesulitan warga termasuk petani, ia bersama Wakil Bupati Merauke, M. Riduan akan mencari solusi.
Ia mencontohkan, setahun sebelumnya para petani Merauke mengeluh gabah hasil panen dan beras mereka menumpuk, karena tidak terjual.
Situasi itu terjadi karena Badan Urusan Logistik atau Bulog membatasi pembelian hasil panen padi petani.
Sebagai kepala daerah, Romanus Mbaraka berupaya mencari solusi, agar hasil panen padi petani tidak menumpuk di rumah.
“Saya kemudian berangkat ke Jakarta, bertemu Direktur Umum Perum Bulog, Budi Waseso, Menteri Investasi serta Menteri Pertanian RI,” ucapnya.
Katanya, dari pertemuan itu para menteri menyatakan akan membeli hasil panen petani Merauke secepatnya. Tak lama setelahnya petani dapat menggiling gabahnya untuk dijual.
“Saat bertamu ketiga menteri ketika itu, saya juga menyampaikan mengenai harga jual beras yang dikeluhkan petani, karena terlalu rendah. Ketiga menteri merespons dengan baik,” ujarnya.
Bupati Merauke, Romanus Mbaraka menambahkan, seorang pimpinan di daerah mesti dapat berkomunikasi dengan pimpinan tingkat atas, agar bisa mencari solusi setiap masalah dan keluhan warganya. (suryapapua/Redaksi)
















































