Metro Merauke – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Merauke, Papua telah mengusulkan kepada Kementerian Pertanian, agar petani di wilayah itu mendapat bantuan bibit padi jenis hibrida.
Varietas hibrida adalah varietas padi yang hanya sekali tanam. Kelebihan padi varietas hibrida, potensi hasil panen yang maksimal.
Hasil panen dapat mencapai dua kali lipat dari padi lokal. Butiran padi yang dihasilkan lebih bagus, dengan kualitas nasi yang lebih pulen dan wangi.
Dilansir dari suryapapua.com, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Merauke, Agustinus Yoga Priyanto mengatakan, bantuan bibit padi yang diusulkan, untuk lahan seluas 10 hektare.
“Kami telah mengusulkan ke pemerintah pusat, agar petani di Merauke mendapatkan alokasi bibit tanaman padi hibrida untuk lahan seluas 10 hektare,” kata Agustinus Priyanto akhir pekan lalu.
Katanya, Kementerian Pertanian akan mengusulkan anggaran pengadaan bantuan bibit untuk petani Merauke itu.
Pengusulan akan disampaikan dalam pembahasan APBN perubahan, tahun anggaran 2022.
“Kementerian Pertanian akan mengusulkan anggarannya dalam pembahasan APBN perubahan tahun ini,” ujarnya.
Ia mengatakan, khusus bibit tanaman padi jenis nutrising, akan dibagikan kepada petani di wilayah Distrik Kurik dan Malind.
Sebab, tanaman padi petani di dua wilayah itu, tidak seluruhnya terserang hama. Berbeda dengan kondisi tanaman padi di wilayah lain di Merauke, yang rusak akibat diserang hama.
Tanaman padi petani Merauke yang terserang hama, di antaranya berada di wilayah Distrik Tanah Miring dan Semangga.
“Tetapi di daerah Kurik dan Malind, padi petani di sana sangat bagus. Sehingga bibit padi jenis nutrising ini, kemungkinan sudah tiba dalam waktu dekat, dan dapat dibagikan kepada petani,” ucapnya. (suryapapua.com/Arjuna)
















































