Metro Merauke – Untuk pertama kalinya Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Merauke, Papua Selatan, menggelar High Level Meeting. Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Beny Malik, Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Papua, Bank Papua, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait lainnya, Jumat (15/08/2025).
Pertemuan ini menjadi ajang koordinasi strategis untuk memperkuat langkah-langkah percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di lingkungan pemerintah daerah kabupaten Merauke.
Dikatakan Beny Malik, digitalisasi menjadi kebutuhan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, transparansi, dan efesiensi tata kelola pemerintahan.
Ditambahkan, sinergitas antar OPD maupun instansi lainnya menjadi faktor penting dalam keberhasilan program digitalisasi daerah. Mulai dari sistem administrasi, layanan keuangan daerah hingga aplikasi pelayanan publik yang terintegrasi.
Sementara itu Pimpinan Divisi Perencanaan Strategis Bank Papua, Wastu Anggoro, didampingi Pemimpin Kantor Cabang Utama Merauke, Arpin, mengapresiasi atas terselenggaranya High Level Meeting (TP2DD) yang pertama kali digelar.
Hal ini, katanya, menjadi momentum baik bagi Kabupaten Merauke untuk mempercepat implementasi teknologi digital dalam seluruh aspek pelayanan demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang modern, Transparan, dan akuntabel.
Melalui pertemuan ini, TP2DD menetapkan beberapa langkah prioritas, optimalisasi penggunaan system pembayaran diantaranya QRIS untuk transaksi pembayaran daerah, pengembangan dan integrasi aplikasi layanan publik serta peningkatan literasi digital di masyarakat dan ASN.
Wastu Anggoro mengatakan, selaras dengan hal tersebut, Bank Papua sebagai bank milik dan mitra strategis Pemerintah Daerah serta Bank kebanggaan Masyarakat Papua, Bank Papua siap berperan aktif dalam percepatan perluasan digitalisasi daerah.
“Langkah strategis telah kami ambil dengan menyediakan kanal-kanal digital yang dapat dimanfaatkan secara optimal, baik dari sisi pengeluaran maupun penerimaan di lingkup Pemda di tanah Papua,” terangnya kepada wartawan.

Dalam hal ini Bank Papua sejak Tahun 2010 terus melakukan inovasi dan pengembangan dibidang digitalisasi, hingga puncaknya pada 2020 hingga 2025, Bank Papua mengembangkan produk dan layanan digital yang wajib dimiliki bank pengelola rekening kas umum daerah (RKUD) sebagaimana yang diamanahkan dalam PERMENDAGRI 77 tahun 2020.
“Salah satu penyediaan produk dan layanan digital dalam mendukung transaksi pengeluaran dan penerimaan bagi pemerintah daerah. Dari sisi pengeluaran, Bank Papua telah memiliki aplikasi SIPD RI yang saat ini sudah diaplikasikan di 4 Pemda, yaitu Provinsi Papua, Kota Jayapura, Kota Sorong, dan Kabupaten Mimika selanjutnya bertahap akan diimplementasikan keseluruh Pemda dalam mendukung proses penganggaran, penatausahaan hingga proses pelaporan,” jelas Wastu Anggoro.
“Lalu sisi penerimaannya, akan menjadi konsen utama dalam mendukung penerimaan pendapatan asli daerah baik dari pajak maupun retribusi, Bank Papua pun sudah memiliki kanal-kanal penerimaan pajak,” bebernya.
Menurut Wastu, dalam forum *High Level Meeting (TP2DD) yang sangat penting ini, menjadi bagian penilaian terbesar kepada Pemda Merauke untuk mengikuti ajang bergengsi Championship TP2DD yang diselenggarakan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves)
Pihaknya berharap, melalui inovasi dan percepatan perluasan digital di Papua maka dapat merefleksikan dua hal yaitu pertama, Bank Papua adalah bank dari timur Indonesia dengan segala keterbatasan mampu melakukan hal yang tak terbatas, dan kedua, Bank Papua adalah Papua.
Dengan 8 kanal pembayaran digital yang dimiliki yaitu EDC, ATM, QRIS, KKPD, CMS/SIPD, Internet Banking, Mobile Banking dan Lakupandai, Bank Papua selalu siap memberikan pelayanan publik dengan optimal. (Nuryani)
















































