IKK Pegunungan Menurun dengan Adanya Jalan Trans Papua

Ilustrasi - Pelintas Jalan trans Papua, Yalimo-Jayawijaya. (ANTARA/Marius Frisson Yewun)

Metro Merauke – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) di sejumlah kabupaten di pegunungan tengah Provinsi Papua mengalami penurunan setelah adanya jalan Trans Papua yang dibangun pemerintah.

Kepala BPS Wamena, Jianto di Wamena, Selasa, mengatakan penurunan IKK yang dirasakan lima tahun terakhir itu terjadi di Kabupaten Jayawijaya, Mamberamo Tengah dan Yalimo serta Lanny Jaya.

Bacaan Lainnya

“Lima tahun terakhir ini kita bisa simpulkan perkembangan harga konstruksi semakin menurun karena akses jalan transportasi itu sudah mulai bagus. Walau tidak besar tetapi cukup signifikan. Jadi barang -barang yang masuk ke Jayawijaya tidak saja lewat udara tetapi lewat darat juga,” katanya.

Ia memastikan jalan trans tersebut menguntungkan pengusaha dan juga masyarakat kecil, misalnya untuk membeli semen, masyarakat bisa mendapatkan dengan harga Rp450.000 dari harga sebelumnya yang bisa di atas Rp600.000 per sak.

“Memang yang sangat diuntungkan dari akses itu adalah Kabupaten Yalimo, tetapi dampaknya luar biasa buat Jayawijaya. Dari segi perekonomian dia akan mempengaruhi ke kabupaten lain,” katanya.

Namun, ia mengakui dampak penurunan IKK belum terlalu besar, sebab dipengaruhi beberapa hal, misalnya akses jalan trans Papua yang belum selesai dikerjakan sehingga mengakibatkan perjalanan bisa memakan waktu satu bulan, serta faktor keamanan.

“Contoh tiga tahun terakhir saat kerusuhan di Yalimo yang mengakibatkan jalan trans tertutup itu, harga bahan bangunan di Jayawijaya melonjak karena akses-nya tertutup,” kata Jianto.

BPS juga memastikan komoditas bahan bangunan yang paling cepat mengalami perubahan dalam IKK adalah semen, karena barang ini menjadi bahan utama dalam pembangunan yang kini terus didorong di setiap kabupaten di pegunungan.

“Kalau kita lihat data lapangan, yang paling cepat perubahan itu adalah komoditas semen. Kalau yang lain seperti besi,cat, baja ringan itu tidak terlalu signifikan turun, semen itu yang berpengaruh,” katanya. (Antara)

Untuk Pembaca Metro Merauke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.