Koperasi Bermasalah, Nasabah Tak Bisa Ambil Dana Haji

Saniyem, menunjukan buku tabungan di BMT Barokatul Ummah

Metro Merauke – Saniyem, wanita paruh baya dari Kurik 4, Distrik Kurik, Merauke merasa bingung dan kecewa. Sebab, dirinya tidak bisa menarik uang yang ditabung dari hasil jerih payah bertani selama ini.

Kepada sejumlah wartawan ia mengaku belum bisa menarik uang tabungannya dengan total Rp 96 juta di Koperasi  BMT Barokatul Ummah yang dikabarkan mengalami masalah.

Bacaan Lainnya

Ia mengungkapkan, dana simpanan yang ditabung di koperasi tersebut sejak 2O17 menjadi harapannya demi menunaikan ibadah haji bersama suami. 

Sayangnya, pengambilan uang tabungan yang diharapkan Saniyem itu sampai saat ini belum terlaksana karena masalah di atas. 

“Saya sudah daftar mau pergi haji bersama suami, tapi uang yang kita tabung dari hasil bertani selama ini tidak bisa diambil. Suami saya sampai tertekan, terus menanyakan bagaimana uang kami,”ucapnya sembari menahan air mata.

Saniyem menuturkan, semula dirinya tertarik untuk menabung di koperasi tersebut karena disebut-sebut aman. Tanpa pikir panjang, seluruh tabungannya yang berada di BRI langsung dialihkan.

Kejanggalan mulai dirasakan Saniyem, kala dirinya hendak mengambil sejumlah uang untuk kebutuhan hari raya.

 “Tapi saat itu sudah tidak bisa diambil. Saya sudah mulai resah, bagaimana ini. Sudah sempat kita ketemu dan bertanya langsung ke petugas BMT tapi tidak mendapat kejelasan,” katanya.

“Saya sangat kecewa, petugas BMT kita juga kenal, tapi saat ditanya tidak memberi penjelasan bahkan tidak menyampaikan kalau kondisi koperasi sedang bermasalah dan goyang,”akunya.

Nasabah Koperasi Tuntut Uang Kembali

Rupanya Saniyem tak sendiri, diketahui ada sejumlah nasabah BMT Barokatul Ummah dari berbagai distrik di Kabupaten Merauke mengalami nasib serupa. 

Wahyunita, warga Salor ini mengungkapkan, dananya sebanyak Rp 1OO juta tidak dapat diambil.

“Saya mulai tabung 2O18 dan tidak ada masalah, terakhir saya setor lagi Rp 4O juta tetap diterima petugas dan mulai terdengar kalau ada masalah, tapi saat kita minta kejelasan katanya uang koperasi macet. Saat mau ambil uang, petugas beralasan laptop rusak dan buku kami dipegang petugas,” bebernya.

Sementara itu Mardianto yang juga sebagai nasabah mengungkapkan, permasalahan tersebut telah dilaporkan ke pihak berwajib, namun hingga kini belum ada kejelasan dan tindaklanjutnya. 

Sejumlah warga mendatangi rumah aspirasi H. Sulaeman L Hamzah minta difasiltiasi bertemu pengelola dan pemilik koperasi

Para korban menuntut agar pengelola dan pemilik koperasi dapat mengembalikan uang mereka.

“Dari data yang ada, korban nasabah koperasi cukup banyak. Total dana yang tertahan mencapai Rp2 Miliar,” ujarnya. 

Tak sampai disitu, para korban nasabah koperasi akhirnya mendatangi rumah Aspirasi H. Sulaeman L Hamzah di Merauke untuk mengadukan permasalahan itu ke Anggota DPR Papua, Fauzun Nihayah dan Anggota DPR RI, H. Sulaeman L Hamzah. 

Menurut Anggota DPR Papua, Fauzun Nihayah, pihaknya tidak tinggal diam mendapatkan aduan masyarakat.

Pihaknya berjanji akan segera menindaklanjuti dengan melakukan komunikasi sekaligus meminta penjelasan dari pengelola maupun pemilik koperasi.

“Ini murni pengaduan yang disampaikan masyarakat ke rumah aspirasi, sebelumnya masalah ini sudah diadukan ke kepolisian. Masyarakat yang notabene nasabah koperasi menuntut hak dan keadilan tanpa memikirkan bunga dan lainnya,” kata Fauzun Nihayah.

Dirinya berharap, pihak koperasi memiliki itikad baik untuk menjawab tuntutan nasabah dengan mengembalikan hak mereka. (Nuryani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *