Metro Merauke – Legislator Papua, Laurenzus Kadepa mengingatkan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB wilayah Nduga, Papua Pegunungan menghargai hak hidup pilot Susi Air, Philip Mark Mahrtens.
Pernyataan ini disampaikan politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu setelah adanya ancaman dari TPNPB pimpinan Egianus Kogeya. Kelompok ini mengancam akan menembak pilot Susi Air asal Selandia Baru, yang mereka sandera sejak Februari 2023 lalu.
“Ancaman TPNPB-OPM akan menembak sandera, pilot Susi Air Philip Mark Mahrtens menjadi keresahan publik. Saya minta semua pihak termasuk TPNPB-OPM wilayah Ndugama, pimpinan Egianus Kogeya dapat menahan diri. Meghargai dan mengutamakan hak hidup pilot. Pilot juga manusia. Punya keluarga, ada istri dan anak. Mari menghargai perasaan keluarganya,” kata Kadepa melalui pesan tertulisnya, Minggu (28/05/2023).
Anggota komisi bidang pemerintahan, politik, keamanan, hukum dan hak asasi manusia DPR Papua itu berpendapat ancaman membunuh sandera, dapat menghilangkan simpati masyarakat, termasuk masyarakat internasional, terhadap persoalan-persoalan HAM di Papua kini.
“Mari tunjukan kepada dunia kalau TPNPB OPM itu tidak jahat seperti tuduhan berbagai pihak selama ini. Saya meminta pemerintah, termasuk TNI dan Polri, untuk melakukan pendekatan keamanan secara proporsional dan terukur dalam upaya-upaya pembebasan Philip dan penanganan situasi di Papua,” ujarnya.
Sebab, dikwatirkan ancaman TPNPB-OPM Nduga itu justru menjadi provokasi dan legitimasi untuk memperbesar pendekatan keamanan di Papua. Untuk itu pentingnya pelibatan pemerintah daerah, sipil, gereja, adat, Komnas HAM dan berbagai pihak dalam upaya pembebasan Philip.
Mengenai desakan dan tuntutan TPNPB-OPM kepada negara New Zealand, Australia dan lainnya agar segera terlibat dan menekan pemerintah Indonesia agar pemerintah mengakui kemerdekaan Papua, katanya tuntutan itu kepada pemerintah pusat dan pemerintah pusat yang akan menjawab karena itu kewenangannya negara.
“Di sini, yang kami bicara adalah masalah kemanusiaan. Masalah hak hidup. Saya meminta sekali lagi kepada Egianus Kogeya untuk menghargai hak hidup Philip Mark Mehrtens,” ucapnya. (Redaksi/Arjuna)

















































Justru pejabatan pemerintah seluruh papua dan toko gereja dan toko ada menkritik pemerintah pusat salam hal ini..bukan berdiri satu pihak..kalau anda merasa orang asli papua.