Massa yang Diberhentikan Ketika Menuju Sarmi adalah Para Saksi Parpol Koalisi

Sekretaris Partai Golkar Kabupaten Sarmi, Faizal Kaplele yang juga Sekretaris Koalisi Sarmi AJAIB.

Metro – Partai politik atau parpol yang tergabung dalam koalisi Sarmi AJIB menyatakan tidak benar ada mobilisasi massa ke Kabupaten Sarmi, Papua untuk memilih di sana.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Partai Golkar Kabupaten Sarmi, Faizal Kaplele yang juga Sekretaris Koalisi Sarmi AJAIB.

Bacaan Lainnya

Faizal merasa perlu meluruskan hal itu, setelah beredarnya video sekelompok orang yang hendak ke Sarmi menggunakan dua bus, diberhentikan di tengah jalan karena diduga mereka adalah massa yang dimobilisasi untuk melakukan pencoblosan di sana.

Faizal mengatakan, sekompok orang itu adalah para saksi parpol koalisi yang dipersiapkan menjadi saksi di113 TPS di Kabupaten Sarmi. 

“Isu itu sangat tidak bertanggung jawab, masyarakat harus paham bahwa ada saksi dari parpol koalisi selain saksi di kabupaten yang sudah kami siapkan. Saksi yang kita lihat di video di Kampung Keder itu. Semuanya [sudah] mengikuti latihan pembekalan saksi dari parpol koalisi dan mereka akan bertugas di 113 TPS besok,” kata Faizal melalui telpon selulernya pada Selasa, 25 November 2024.

Faisal meminta pihak berwenang untuk mengambil langkah tegas terhadap adanya isu-isu tidak bertanggung jawab yang merugikan pasangan calon gubernur maupun bupati. 

“Jangan kemudian menggunakan cara-cara persekusi dan intimidasi lalu memfitnah seolah-olah ada pengerahan dan mobilisasi massa, mari kita hargai masa tenang,” ucapnya.

Katanya, selain tidak memiliki hak pilih di Kabupaten Sarmi, sekelompok orang itu hanya akan bertugas sebagai saksi untuk mengawal suara calon yang didukung Koalisi Partai Sarmi AJIB. 

“Jadi tidak benar [mereka adalah massa yang di mobilisasi untuk melakukan pencoblosan]. Sekali lagi mereka bertugas sebagai saksi dan akan mengawal suara besok di TPS”, ujarnya.

Faizal mengatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Bawaslu dan Gakkumdu, guna menjelaskan mengenai isu yang beredar. 

“Tadi di lapangan juga Bawaslu dan Gakkumdu sudah turun menetralisir keadaan, dan kami sudah koordinasi menejaskan kebenarannya,” kata Faizal. (Arjuna)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *