Metro Merauke – Pemerintah Daerah Merauke, Papua Selatan meminta masyarakat mengambil sapi lokal dan tidak mendatangkan sapi dari luar daerah untuk kebutuhan hewan kurban pada Idul Adha 1444 Hijriah.
Sebagai daerah yang memiliki potensi sapi, untuk pemenuhan kebutuhan hewan kurban dipastikan sangat tercukupi.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan, Martha Bayu kepada wartawan belum lama ini.
Larangan untuk tidak mendatangkan ternak dari luar daerah dilakukan, guna mencegah masuknya penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Untuk wilayah Papua, termasuk Merauke masih zona hijau penyakit mulut dan kuku (PMK). Kita bisa distribusikan hewan kurban ke luar, tapi tidak bisa menerima hewan dari luar daerah,” ujar Martha Bayu.
Dijelaskan, di momen Idul Adha kebutuhan akan ternak atau hewan kurban, meningkat.
“Sudah ada permintaan juga untuk dikirim ke luar Merauke,” katanya.
Disamping itu, sambung Martha Bayu, pihaknya pun memberikan pelayanan pemotongan hewan kurban secara gratis di Rumah Potong Hewan (RPH) selama tiga hari.
“Sudah ada puluhan hewan kurban yang akan dipotong di RPH. Kita buka pelayanan untuk tiga hari. Secara teknis diawali dengan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. (Nuryani)
















































