Tak Ingin Kecolongan Virus PMK, Pelaku Usaha Di Merauke Diminta Taat Aturan

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Merauke, Martha Bayu Wijaya saat memimpin pertemuan

Metro Merauke – Kendati Kabupaten Merauke masih dinyatakan bebas dari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan berkuku belah, namun Bupati Romanus Mbaraka menekankan, instansi terkait tidak lengah dan tetap waspada

Dikatakan bupati, supaya Merauke tetap bebas wabah penyakit mulut dan kuku, para pelaku usaha diminta care atau patuh terhadap aturan pemerintah.

Bacaan Lainnya

“Sebab, kalau wabah sampai masuk (Merauke) resikonya besar. Kita akan ambil kebijakan untuk tidak datangkan pangan daging dari luar, pelaku usaha jadi merugi dan imbasnya lagi, terjadi lonjakan harga barang,” ucapnya kepada wartawan, Senin (03/09/2022).

Romanus Mbaraka menyebut, penyebaran virus ini (PMK) cukup cepat. Dimana penularannya dapat menyebar melalui berbagai media.

Terlebih saat ini PMK sudah melanda di Sulawesi Selatan, sehingga perlu penanggulangan yang dilakukan untuk menghadapi wabah ini.

“Memang banyak hal yang harus diperhatikan. Salah satunya, kalau mau pengapalan barang, harus melengkapi izin terlebih dulu,” katanya.

Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Merauke membuat pertemuan khusus dengan sejumlah pelaku usaha untuk membahas kewaspadaan pencegahan virus PMK.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Karantina Pertanian dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Peserta pertemuan mendiskusikan pencegahan dan kewaspadaan virus PMK hewan ternak agar tidak masuk di wilayah Papua, khususnya Kabupaten Merauke. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *