Metro Merauke – Tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2024 terus bergulir untuk menuju pelaksanaan pesta demokrasi yang berlangsung serentak 14 Februari mendatang.
Berbagai kalangan dan profesi ikut mewarnai bursa calon anggota legislatif yang mau mengubah nasib menjadi anggota dewan dengan modal nekat. Tidak terkecuali seorang mahasiswa di Merauke, Papua Selatan.
Adalah Ali Imran Duwila (40), pria kelahiran Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, kini duduk sebagai mahasiswa Fakultas Hukum pada Universitas Negeri Musamus Merauke, telah terdaftar sebagai caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan daerah pemilihan I yang meliputi Kelurahan Muli, Mandala, Bambu Pemali, Seringgu Jaya, Samkai, dan Karang Indah.
Ditemui di kediamannya, Selasa (30/01/2024), ayah dari 4 anak yang hobi membaca buku ini mengungkapkan, tujuannya maju nyaleg dengan modal nekat, untuk memperjuangkan nasib kalangan bawah dan memajukan kaum milenial.
“Memang ini dibilang nekat. Motivasi saya ingin maju, benar-benar mau memperjuangkan nasib masyarakat kecil. Saya juga mau mendorong anak muda untuk tidak takut apa itu politik,” ujarnya.
Ali Imran Duwila mengaku telah menyiapkan strategi dan dana untuk kampanye demi meraih simpati masyarakat.
Meski terbatas, dana yang ada jumlahnya hanya jutaan, itu cukup untuk membuat stiker maupun alat peraga kampanye lainnya. Juga untuk rokok dan makan sebagai bekal untuk silaturahmi.
Sebagai salah satu caleg muda, kata Ali Duwila, beragam strategi telah ia siapkan. Mulai dari cara turun ke lapangan, pun aktif di media sosial.
Anak bungsu dari tujuh bersaudara ini mengatakan, keinginan nyaleg datang dari diri sendiri. Keluarga dan teman ikut mendukung cita-citanya itu.
Ali Duwila sendiri telah tinggal di Merauke, Papua Selatan sejak 2007. Ia pernah merantau ke Kabupaten Asmat, Kabupaten Boven Digoel, dan Wamena untuk mengadu nasib, sebelum akhirnya kembali lagi ke Merauke 2014.
Ia menuturkan, keikutsertaan caleg muda dalam Pemilu kali ini tidak sekedar menggaet suara pemilih muda. Melainkan hal tersebut dinilai sebagai upaya regenerasi politik.
Termasuk, sambungnya, para caleg muda ini bisa berkolaborasi yang baik dengan politikus senior diberbagai program.
“Caleg muda memiliki kesempatan yang sama dengan yang lainnya. Kalau saya terpilih nantinya, Insya Allah tidak mau menghianati amanah yang diberikan,” tutur Ali Imran Duwila. (Nuryani)
















































