Bupati Apresiasi Pedagang, Di Tengah Pandemi Setoran Retribusi Lampaui Target

Romanus Mbaraka didampingi wakilnya H. Riduwan sedang berikan keterangan pers | LKF

Metro Merauke – Pelaku usaha pedagang kaki lima atau PKL di Merauke, Papua merasa sangat terbantu dengan penyelenggaraan PON XX. Terbukti, dirasakan adanya peningkatan pendapatan dalam setiap harinya.

Dikatakan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, dari hasil survey yang dilakukannya, diketahui imbas dari gelaran PON sangat dirasakan disegala sektor, tak terkecuali bagi pedagang.

Bacaan Lainnya

“Suasana PON yang berlangsung di Merauke, pendapatan pedagang kaki lima dan warung perhari meningkat, mencapai Rp5 juta hingga Rp7 juta,” ucap bupati Romanus Mbaraka belum lama ini.

Bupati Merauke turut senang melihat adanya peningkatan pendapatan para pedagang yang ikut merasakan dampak dari PON.

Bahkan, lanjut bupati, yang lebih menggembirakan, tercatat dari retribusi yang dihimpun pedagang kaki lima, diketahui sudah melampauai target yang ditetapkan pemerintah, hampir melebihi 15O persen.

“Saya sampaikan terima kasih kepada pedagang kaki lima dan warung, sebab, meski di tengah pandemi Covid-19, tetap taat aturan dalam setorannya,” tuturnya.

Sebagai bentuk apresiasi pemerintah, bupati mengambil kebijakan dengan mengembalikan Rp 1OO juta ke pedagang dalam bentuk bantuan modal uang tunai.

Terkait bantuan pemerintah, lanjut bupati, pihaknya masih perlu melakukan perbaikan data antara Dinas Sosial dan Disdukcapil. “Karena belum semua warga Merauke menerima bantuan sosial. Datanya akan kita perbaiki, ini juga untuk menghindari penerima bantuan yang double,” jelasnya.

Bupati Romanus Mbaraka mengatakan, trend penularan Covid-19 di daerah terus menurun. Meski begitu, bupati tetap mengingatkan lapisan masyarakat, termasuk pedagang untuk mendukung pemerintah dalam penanggulangan wabah virus corona. Caranya, dengan menaati anjuran pemerintah lewat penerapan protokol kesehatan dengan baik.

“Merauke saat ini berada di level 2, pemerintah mulai melonggarkan aktivitas masyarakat. Meski begitu, kita jangan sampai mengabaikan prokes, termasuk pedagang. Selama negara belum katakana bebas covid, kita tidak boleh ambil keputusan sendiri-sendiri,” pintanya. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *