Metro Merauke – Sikap Gubernur Papua, Lukas Enembe yang belakangan mendukung rencana pemekaran Provinsi Papua dipertanyakan berbagai pihak. Sebab, Enembe sebelumnya dengan tegas menyatakan menolak rencana pembentukan provinsi Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua.
Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom menduga sikap Gubernur Papua, Lukas Enembe berubah karena ia mendapat tekanan dari pihak Jakarta.
“Saya sudah bilang, itu gubernur diintimidasi secara mental dan psikologis diintimidasi oleh Jakarta, selesai di situ. Begitu. Kita maklumi, kasihan orang itu (gubernur). Dia sudah tidak ada harapan hidup. Dia dipaksa oleh Jakarta,” kata Sebby Sambom melalui panggilan teleponnya, Senin (27/06/2022).
Menurutnya, apabila pihak Jakarta atau pemerintah terus memaksakan rencana pemekaran Papua, TPNPB-OPM akan meresponsnya dengan cara mereka.
“Makanya kami keluarkan pernyataan, kalau Jakarta paksa, kami akan buktikan. Kami inikan biasa hidup dalam perang. Jakarta mau coba hal itu, kita bangkit kembali untuk perang,” ucapnya.
Katanya, orang Papua pada dasarnya baik. Mereka menerima siapapun yang datang ke daerahnya untuk tingggal di sana.
Namun kebaikan orang Papua itu, bukan berarti dapat dimanfaatkan pemerintah untuk membentuk DOB.
“Kami [orang Papua] punya kasih, persahabatan yang paling baik. Tapi kalau Jakarta paksa mau ambil tanah kami, kami akan bangkit dan lawan. Jadi gubernur [Papua] itu diintimidasi. Itu intinya,” ujar Sebby Sambom.
Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan, pihaknya tidak mungkin menyurati Presiden Joko Widodo atau para pengambil kebijakan di jajaran pemerintah pusat, terkait rencana pemekaran Papua.
Sebab, TPNPB-OPM terbiasa bergerilya di hutan. Pernyataan yang dikeluarkan TPNPB-OPM lewat siaran pers di media, merupakan pernyataan atau surat resmi mereka kepada pemerintah.
“Kami ini gerilyawan di hutan, surat kami itu lewat media. Itu sudah cukup, itu terhormat. Jadi Jakarta mau tanggapi atau tidak, itu urusan Jakarta.”
Katanya, pemerintah terkadang menugaskan orang untuk berkomunikasi dengan TPNPB-OPM. Akan tetapi para pejuang kemerdekaan Papua itu, tidak mengenal kompromi.
Sebab ideologinya jelas, ingin merdeka sendiri dan itu dianggap merupakan hak mereka, yang tidak bisa ditawar. Kecuali TPNPB-OPM duduk di meja perundingan dengan Jakarta.
Pemekaran Strategi Pemerintah Meredam Idelogi Papua Merdeka.
Sebby Sambom berpendapat, upaya pemerintah membentuk provinsi otonomi baru di Papua, merupakan bagian dari strategi meredam ideologi, atau perjuangan Papua merdeka.
Akan tetapi kata Sebby Sambom, cara itu merupakan pemahaman yang keliru. Ideologi Papua merdeka selalu ada dalam sanubari setiap orang Papua.
“Anak kecil pun punya ideologi itu. Jakarta pikir seperti itu, dengan pemekaran isu Papua merdeka akan hilang. Tapi orang Papua dari Sorong-Merauke tetap bersatu. Ideologi Papua merdeka ini, sudah ada dalam sanubari orang Papua sejak mereka lahir. Jakarta tabrak tembok,” tegas Sebby Sambom. (Arjuna)
















































