Metro – Ketua Dewan Adat Tabi, Yakonias Wabrar mengingatkan warga Kabupaten Sarmi, Papua agar tidak salah memilih pemimpin pada pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah, 27 November 2024.
Pernyataan itu disampaikan Yakonias Wabrar saat pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Sarmi nomor urut 02, Yanni, SH. MH. M.Sos-Jemmi Esau Maban menggelar kampanye di Kampung Mawes Mukti SP 6, Distrik Bonggo Timur, serta Kampung Tarwasih Marenggi di SP2, dan Kampung Bebon Jaya, Distrik Bonggo pada Sabtu, 12 Oktober 2024.
Yakobias Wabrar mengatakan, apabila warga Sarmi salah memilih pemimpinnya untuk lima tahun mendatang, sama saja memperpanjang penderitaan dan akan terus merasakan ketertinggalan.
“Ini bukan soal identitas, karena faktanya bupati ganti bupati yang berasal dari anak asli [Sarmi] tidak ada perubahan yang terjadi,” kata Yakonias Wabrar.
Warga Sarmi kata Yakonias Wabrar, mesti memilih pemimpin yang benar-benar mampu memberikan perubahan kepada masyarakat Sarmi.
“Masyarakat harus tahu ibu Yanni ini anak amasnya Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto yang akan dilantik pada tanggal 20 Oktober 2024. Kedekatan ibu Yanni dan Presiden terpilih sangat membantu masyarakat untuk sebuah perubahan,” ucapnya.
Katanya, apabila Yanni-Jemmi terpilih memimpin Sarmi, itu akan menjawab sebuah aspirasi masyarakat, dalam bidang pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, dan ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan, jika Yanni-Jemmi memimpin Sarmi, kabupaten itu akan mengalami perubahan. Transportasi sekolah gratis akan disiapkan pemerintah, sehingga tidak ada lagi anak anak yang tidak sekolah karena jarak sekolah yang jauh.
“Hubungan dengan Pemerintah Pusat menjadi penentu sebuah perubahan untuk mendapat dukungan pembangunan di k
Kabupaten Sarmi. Dengan kelebihan yang dimiliki, ibu Yanni memiliki hungan baik dengan pusat, memiliki rekam jejak yang jelas, tidak bermasalah,” ujarnya.
Yakonias Wabrar pun mengajak masyarakat Sarmi menjadi pemilih yang cerdas, dengan satu tujuan yakni ada perubahan di Kabupaten Sarmi dan masyarakat tidak mengalami kesusahan seperti saat ini. (Arjuna)
















































