Metro Merauke – Koalisi partai politik (parpol) Papua Bangkit menyatakan tidak akan ada pergantian Wakil Gubernur (Wagub) Papua, hingga berakhirnya masa jabatan Gubenur Papua, Lukas Enembe pada 2023.
Koalisi Papua Bangkit merupakan gabungan parpol yang mengusung Lukas Enembe dan mendiang Klemen Tinal pada pemilihan gubernur (pilgub) Papua 2018 silam.
Katua Koalisi Papua Bangkit, Mathius Awoitauw mengatakan batas akhiri pengusulan calon Wagub Papua pengganti Alm Klemen Tinal, Maret 2022.
Namun hinggga batas waktu itu tidak ada calon wagub pengganti yang direkomendasikan oleh DPP parpol koalisi.
“Hingga batas akhir pencalonan, Pengurus DPP parpol koalisi tidak kunjung merekomendasikan calon pengganti Wagub Papua,” kata Mathius Awoitauw, Sabtu (30/04/2022).
Bupati Jayapura mengatakan, situasi ini terjadi bukan karena pimpinan partai koalisi di daerah tidak mengusulkan calon Wagub Papua.
Akan tetapi, kemungkinan tidak ada calon yang melakukan pendekatan serius kepada setiap pimpinan DPP parpol koalisi.
Menurutnya, setelah pimpinan parpol di provinsi merekomendasikan nama nama calon ke DPP, mestinya bagaimana para calon yang direkomendasikan itu, juga melakukan lobi lobi politik ke pimpinan DPP setiap parpol koalisi.
“Mungkin saja, hingga batas waktu yang ditentukan tidak ada calon yang melakukan pendekatan [personal] kepada setiap pimpinan DPP parpol koalisi,” ujarnya.
Ketua DPW Partai NasDem Papua itu memastikan, tidak akan ada voting untuk menentukan siapa calon wagub Papua, seperti isu berkembangan belakang ini.
“Isu mengenai akan ada penunjukan Wagub Papua oleh Menteri Dalam Negeri, itu juga tidak benar,” ucapnya. (Arjuna)
















































