Metro Merto Merauke – Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengarusutamaan Gender (PUG) Kabupaten Merauke, Papua pada 2022 bertujuan menggarkan analisis kesenjangan gender dalam berbagai aspek.
PUG merupakan upaya mengintegrasikan perspektif gender ke dalam proses perencanan dan penganggaran, dengan cara penelaahan dampak dari suatu belanja kegiatan serta efeknya terhadap keadilan dan kesetaraan gender.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Merauke, Densiana Gebze mengatakan, penyusunan RAD PUG Kabupaten Merauke bertujuan memberikan pemahaman kepada perangkat daerah, dalam pelaksanaan PUG dan penyusunan program kegiatan responsif gender.
“Tujuannya untuk menggambarkan analisis situasi kesenjangan gender dalam pembangunan dan menyusun tujuan sasaran, startegi, kebijakan, program dan kegiatan indikatif,” kata Densiana Genze belum lama ini.
Menurutnya, ini sebagai upaya pelaksanaan PUG secara konkrit dan terarah, untuk menjamin perempuan dan laki-laki memperoleh akses partisipasi, mempunyai kontrol, memperoleh manfaat yang adil dari pembangunan dan berkontribusi pada terwujudnya keadilan juga kesetaraan gender.
RAD PUG di Kabupaten Merauke yang berlangsung beberapa hari lalu, milibatkan para pemimpin OPD dan Kepala sub Bagian Program di lingkungan Pemkab Merauke.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Lembaga Pusat Studi Semarang dan Kepala Bapedda Merauke.
Bupati Merauke, Romanus Mbaraka saat DP3A melaksanakan PUG pada lembaga pemerintah dalam rangka penyusunan RAD PUG 2020, mengatakan semua kegiatan mesti direncanakan secara baik, agar mendapatkan penganggaran untuk merealisasikan capaian target kegiatan.
“Silahkan berdiskusi satu sama lain, agar memperoleh hasil sesuai yang kita harapkan,” kata Romanus Mbaraka saat itu. (Arjuna)
















































