Merauke, Papua Selatan – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di Kawasan Transmigrasi Muting terus dilakukan melalui program “Kembara: Kelembagaan Masyarakat Berdaya” yang diinisiasi oleh Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UGM PS014 di Kampung Mandekman, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke.
Tim yang dipimpin oleh Prof. Dr. Agustinus Supriyanto, SH., M.Si. bersama Wakil Ketua Tim M. Yusril Mirza, S.Ark., M.A., serta anggota tim Amara Elvira, S.I.P., Divya Ayunda Pramesti, S.Hut., Dea Nurfath Ramadhani, S.E., dan Retno Dwi Hastuti, S.I.P., hadir untuk mendorong kelembagaan masyarakat kampung agar semakin aktif, inovatif, dan mampu mengembangkan potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.
Program Kembara melibatkan berbagai unsur kelembagaan masyarakat Kampung, yaitu Muslimat, PKK Kampung, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Jemaat Gereja Katolik, serta Pondok Pesantren. Melalui keterlibatan berbagai kelompok masyarakat tersebut, selain mendorong terbentuknya sinergi antar kelembagaan dalam mengembangkan inovasi produk berbasis potensi lokal, juga diharapkan dapat membangun ekosistem pemberdayaan yang inklusif.
Melalui konsep rangkaian pemberdayaan masyarakat sekaligus penelitian dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), Program Kembara dirancang dalam tiga rangkaian utama, yaitu pelatihan, pendampingan, dan diseminasi inovasi produk kampung.
Rangkaian awal Program Kembara dilaksanakan melalui kegiatan yang terdiri atas dua agenda pelatihan utama dengan melibatkan akademisi Universitas Musamus sebagai narasumber. Kegiatan pertama, yaitu FGD serta Pelatihan Tata Kelola Kelembagaan dan Literasi Keuangan Dasar, dilaksanakan pada Minggu, 20 September 2026 bertempat di Balai Kampung Mandekman, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memahami tata kelola kelembagaan, meliputi aspek kepemimpinan, struktur organisasi, pembagian tugas dan fungsi, serta pengelolaan administrasi dan keuangan sederhana.

Selanjutnya, kegiatan kedua berupa Pelatihan Hilirisasi Produk Pertanian Sederhana dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2026 di lokasi yang sama. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi produk pertanian lokal melalui proses pengolahan sederhana, pengemasan, dan penerapan strategi pemasaran dasar sehingga mampu menghasilkan produk dengan nilai tambah ekonomi yang lebih optimal.
Setelah tahap pelatihan, program akan dilanjutkan melalui proses pendampingan kepada setiap kelembagaan masyarakat dari bulan September hingga November 2026. Pendampingan ini bertujuan meningkatkan aktivasi kelembagaan, membangun kemandirian masyarakat transmigrasi dalam mengembangkan ide program produktif, serta memperkuat ekonomi kelembagaan melalui inisiasi produk kewirausahaan berbasis potensi lokal.
Kemudian pada tahap akhir, Program Kembara akan ditutup melalui kegiatan diseminasi dalam bentuk Mini Expo Inovasi Produk Kampung. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan hasil inovasi kelembagaan yang telah dikembangkan selama rangkaian program sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi berbasis kelembagaan masyarakat melalui potensi lokal.
Pada kegiatan pertama sekaligus peluncuran program, turut dihadiri oleh Kepala Distrik Ulilin, Kepala Polsek Muting, Perwakilan Komandan Koramil (Danramil) 1707-05/Ulilin, Kepala Polsubsektor Ulilin, Kepala Kampung Mandekman, beserta jajaran aparatur lainnya. Kemudian narasumber yang hadirkan, yakni Romualdus Turu Putra Maro Djanggo, SE, MSi. dari Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Musamus dan Husein Akbar Jaelani, Bendahara Distrik Ulilin.
Peserta program, Siti Lainah dari Pesantren Mandekman, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Melalui kegiatan Kembara, kami mendapatkan pengetahuan baru mengenai bagaimana mengelola kelembagaan dan mengembangkan potensi yang sudah ada di kampung. Selama ini banyak potensi masyarakat yang belum dikembangkan secara maksimal. Dengan pendampingan ini kami berharap dapat lebih mandiri dan mampu menghasilkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Lainah.
Hal serupa juga yang disampaikan oleh peserta lainnya, Yuliana Alimo Mahuse dari anggota Perkumpulan Jemaat Gereja Katolik yang berterima kasih atas hadirnya program ini.
“Saya sebagai orang asli di sini, sangat berterima kasih atas program yang dilakukan oleh UGM dan Kementrans yang harapannya dapat berkontribusi terutama ekonomi kepada daerah kami”.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot UGM PS014, Prof. Dr. Agustinus Supriyanto, SH., M.Si., menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan kawasan transmigrasi tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi dan kelembagaan yang dimiliki.
“Kelembagaan masyarakat merupakan fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi. Melalui Program Kembara, kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama yang mampu menciptakan inovasi dan mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan,” ujar Agustinus.
Kepala Distrik Ulilin, Junaidi, S.IP., M.A.P. dalam sambutannya turut menyampaikan harapan kepada Tim Ekspedisi UGM.
“Saya dengan kedatangan Tim Ekspedisi Patriot UGM dapat memberikan kebermanfaatan dan dampak yang luar biasa bagi sinergi masyarakat transmigrasi dan asli Papua, khususnya untuk meningkatkan ekonomi” ungkap Junaidi.

Program Kembara pada dasarnya sejalan dengan arah pembangunan transmigrasi yang diungkapkan oleh Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengembangan kawasan.
“Keberhasilan transmigrasi saat ini tidak hanya dilihat dari pembangunan permukiman, tetapi bagaimana kawasan transmigrasi mampu berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” (14/09/2026).
Melalui Program Kembara, Tim Ekspedisi Patriot UGM PS014 berupaya menghadirkan model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga pada pembangunan kelembagaan produktif yang mampu melahirkan inovasi, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung keberlanjutan pembangunan kawasan transmigrasi.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda Pemerintah Republik Indonesia dalam memperkuat perekonomian nasional melalui pembangunan berbasis masyarakat, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara nyata sekaligus mendorong terciptanya kemandirian ekonomi masyarakat dan bangsa. ***














































