Ternyata Begini Rahasia Sukses Bupati Romanus Mbaraka, Panen Padi Puluhan Hektare Dilahan Sendiri

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka

Metro Merauke – Hamparan persawahan yang berada di lahan milik Bupati Merauke, Papua Selatan, Romanus Mbaraka, di Kampung Sarsang memasuki masa panen.

Dengan luasan sawah mencapai 20 hektar, akhirnya panen padi dilakukan, Senin (19/06/2023).

Bacaan Lainnya

Bupati Romanus Mbaraka mengaku bersyukur, sebab puluhan hektar padi yang ditanamnya dapat tumbuh subur di tengah maraknya serangan hama hingga akhirnya dapat dipanen dengan hasil yang cukup baik.

“Saya bersyukur karena 3 tahun kita gagal panen akibat curah hujan cukup tinggi dan hama dimana-mana. Hari ini kita panen dan hasilnya cukup baik, lebih dari 70 persen keberhasilan,” katanya.

Ia mengungkapkan, salah satu metode yang diterapkannya selama ini dalam bercocok tanam padi dengan melakukan peremajaan tanah.

“Tanah butuh waktu untuk istirahat, tanah perlu diremajakan, juga sawah dikelilingi pepohonan atau hutan. Fungsinya, bisa kalau datang serangan hama, hutan menjadi daerah menampung hama,” ujarnya kepada wartawan disela-sela panen padi.

Proses memanen padi dengan menggunakan Hervest combine

Romanus memberi motivasi bagi para petani untuk tetap bersemangat menggarap lahan pertanian, termasuk saat ini tidak sedikit petani di daerah alami gagal panen. Imbasnya, harga beras di pasaran mulai melambung.

“Ini bukan salah petani atau pemerintah, melainkan karena faktor alam dan semua harus akui,” tuturnya.

Dikatakan, selain memperhatikan kondisi cuaca, keberhasilan menanam pun perlu memperhatikan kondisi cuaca, termasuk mempersiapkan varietas yang baik.

“Sesuai prakiraan BMKG, tahun ini akan ada panas tertinggi di bulan Agustus-Oktober. Saran saya, lahan-lahan sawah yang ada perlu dijemur jangan dipaksa untuk tanam kembali, juga kita perlu siapkan varietas yang baik,” tuturnya.

“Kalau ada yang memasukan varietas secara pribadi harap dilaporkan, karena ada plus-minusnya, salah satunya bisa mengantarkan penyakit, mari jaga negeri ini supaya produksi tetap stabil dan meningkat,” tukasnya. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *