Metro Merauke – Wakil Ketua DPD Demokrat Papua, Emus Gwijangge mengatakan pindahnya beberapa kader di Papua ke partai lain tidak berpengaruh terhadap situasi internal dan kinerja partai.
Emus mengatakan membelotnya beberapa kader Partai Demokrat ke beberapa partai lain merupakan hak politik mereka. Namun sikap itu juga menunjukkan kader itu tidak memiliki loyalitas terhadap partai yang membesarkan namanya.
“Ya itu menunjukkan mereka adalah kader yang tidak loyal terhadap partai. Namun silahkan pilih partai yang mungkin dianggap lebih hebat. Kepindahan beberapa kader itu tidak berpengaruh terhadap Partai Demokrat di Papua. Karena masih banyak kader-kader Partai Demokrat lain di Papua, yang lebih militan dan setia terhadap partai,” kata Emus Gwijangge, Rabu (04/01/2023).
Anggota komisi bidang pemerintahan, politik, hukum, HAM dan keamanan DPR Papua itu mengatakan, pindahnya beberapa kader Partai Demokrat di Papua ke partai lain, juga disebabkan sikap mereka sendiri selama ini.
Ada beberapa di antara kader Partai Demokrat yang pindah itu, sebelumnya telah bermasalah dalam internal partai. Misalnya mereka bekerja untuk partai lain, selain Partai Demokrat.
“Tidak hanya bekerja untuk Partai Demokrat, tapi dia juga bekerja untuk partai lain. Misalnya ada di antara kader yang pindah partai dan sedang pindah partai, saat menjabat kepala daerah, mereka juga bekerja untuk memenangkan partai lain. Mereka juga tidak lagi menghargai Gubernur Papua, Lukas Enembe sebagai pimpinan partai di Papua,” ujarnya.
Padahal menurut Emus Gwijangge, Partai Demokrat bisa memiliki pengaruh yang cukup besar di Papua kini, tidak lepas dari peran seorang Lukas Enembe. Bahkan dalam 10 tahun terakhir, Demokrat menempatkan kadernya sebagai Gubernur Papua.
“Jadi kader Partai Demokrat di Papua yang pindah partai dan sedang pindah partai, silahkan saja. Itu hak politik mereka, namun kepindahan mereka tidak mengganggu situasi Partai Demokrat di Papua,” ucapnya. (Redaksi/Arjuna)
















































