DPR Papua Agendakan Pembahasan Unsur Pimpinan dari Kursi Pengangkatan

Suasana rapat Banmus DPR Papua, 8 September 2023

 Metro Merauke – Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR Papua mengagendakan membahas unsur pimpinan lembaga itu, dari kursi pengangkatan.

Agenda itu dibahas dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPR Papua yang dipimpin Wakil Ketua II, Edoardus Kaize pada Jumat (08/09/2023).

Bacaan Lainnya

Dalam rapat Banmus itu, DPR Papua memutuskan dua agenda yang akan dilaksanakan lembaga dewan dalam waktu dekat.

Pertama adalah agenda reses anggota dewan masa sidang kedua tahun ini, yang akan dilaksanakan mulai 11-24 September 2023. Usai reses akan dilakukan pembahasan agenda pimpinan DPR Papua dari kursi pengangkatan 

“Sesuai hasil keputusan Rapat Banmus hari ini, kita akan laksanakan Reses terhitung mulai hari Senin, 11 September 2023,” kata Edoardus Kaize usai memimpin rapat Banmus DPR Papua.

Sebelum menutup rapat Bamus, politikus PDI Perjuangan itu kembali mengingatkan bagian persidangan bahwa rapat ketika itu, telah memutuskan jadwal reses.

“Kedua usai reses, kita harus agendakan pembahasan pimpinan DPR Papua dari kursi pengangkatan agar segera diproses dan dilantik,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Khusus DPR Papua, John NR Gobai mengatakan dalam Peraturan DPR Papua Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Tertib DPR Papua, Pasal 63 ayat (1) menyebutkan, pimpinan DPR Papua merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kelogial.

Ayat (2), kepemimpinan yang bersifat kolektif dan kelogial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam hal, (a) tindakan dan/atau keputusan rapat paripurna dapat dilakukan oleh satu atau lebih pimpinan DPR Papua dalam rangka melaksanakan tugas dan wewenang pimpinan DPR Papua, dan (b) keabsahan keputusan dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh ketua DPR Papua atau wakil ketua DPRP mempunyai kekuatan hukum yang sama.

“Jadi apa pun yang diputuskan dalam rapat Banmus yang dipimpin Wakil Ketua, itu sah, karena pimpinan DPR Papua merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kelogial,” kata Gobai. (Arjuna)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *