Metro Merauke – Musyawarah Daerah (Musda) VII Partai Golongan Karya (Golkar) Merauke, Papua telah berhasil memilih Dominikus Ulukyanan sebagai Ketua Golkar untuk periode 2022-2027.
Terpilihnya Dominikus Ulukyanan setelah dirinya mampu bersaing dan mengungguli perolehan suara dari 4 bakal calon lainnya yang maju dalam Musda VII Partai Golkar Merauke, Selasa (17/05/2022).
Hadirnya Ketua Golkar yang baru mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya, dukungan itu datang dari Ketua PDK Kesatuan Organisasi Sebangunan Gotong Royong (Kosgoro) 1957 Merauke, Hendrikus Mahuse.
Kendati Ketua Gosgoro Merauke sendiri sebelumnya menjadi salah salah satu kandidat, dirinya tetap memberi apresiasi sekaligus menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Dominikus Ulukyanan untuk menahkodai Golkar Merauke lima tahun kedepan.
Bagi Hendrikus Mahuse, sosok ketua terpilih, Dominikus Ulukyanan ini, selain sebagai senior yang telah mengabdikan diri berpolitik dibawah naungan Partai Golkar selama 14 tahun, pun ia dipandang mampu dan siap untuk memimpin Golkar Merauke.
“Tentu kita harapkan ke depan Partai Golkar semakin maju dan mampu bersaing dengan parpol lainnya di kancah politik,”ucap Hendrikus Mahuse kepada wartawan.
Hendrikus mengatakan, PDK Kosgoro 1957 merupakan anak organisasi Partai Golkar, sehingga pihaknya memiliki hak dan kewajiban memberikan dukungan kepada Ketua DPD Golkar Merauke, sehingga bersama-sama membawa partai berlambang pohon beringin ini ke depan lebih jaya.
“Kita yakin ketua terpilih mampu menjalankan visi-misi partai secara baik dan profesional dengan lebih memprioritaskan keterlibatan kader partai,” tukasnya.
Sementara itu, ketua Golkar terpilih, Dominikus Ulukyanan mengatakan, prioritas yang akan dilakukannya setelah dilantik sebagai ketua definitif, adalah menyusun kembali kepengurusan partai.
Menurutnya, dibutuhkan kepengursan maupun kader yang solid untuk membawa Golkar ke depan lebih baik.
“Kedepan tugas kita banyak dan berat. Tidak bisa satu orang yang mau merubah, tapi semuanya memiliki peranan,” tandanya. (Nuryani)
















































