Metro Merauke – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Provinsi Papua Selatan, Jeremias Michael Omona meminta warga Papua Selatan menolak jual beli suara saat ditawari politisi kotor jelang Pemilihan Umum 2024 mendatang.
Jerry mengatakan, ketika masyarakat dengan mudah menyerahkan suaranya pada politisi kotor dengan iming iming sejumlah uang, saat itulah, pemilih telah merendahkan nilai suaranya yang semestinya dihargai mahal.
“Jangan terjebak karena tawaran uang, karena jika kita menerima, suatu saat nanti, ketika akan kembali ke anggota dewan tersebut untuk sebuah kepentingan, langsung akan ditolak karena menganggap bahwa suara kita telah dibeli,” ujar Jerry dalam rilis PSI Papua Selatan, kemarin.
Jerry menambahkan, saat ditolak atau diabaikan wakil rakyat, disitulah masyarakat merasa bahwa dirinya telah dihianati. Padahal, tak disadari, bahwa akibat dari ‘jual’ suaranya, masyarakat sebenarnya telah merelakan haknya atau dirinya dipermainkan calon legislatif.
“Yang bodoh disini siapa? Jadi, jangan pernah menjual suara pada politisi kotor yang hanya mengandalkan uang untuk membeli suara waktu Pemilu, politisi seperti itu, harus diusir,” tegasnya.
Soal trauma dialami pemilih karena diabaikan wakil rakyat, sehingga memilih untuk menerima uang saat Pemilu, menurut Jerry, malah semakin memperburuk diri pemilih sendiri.
“Yang harus dilakukan adalah, secara bersama, semua pihak, menolak dengan tegas money politik, jangan memberi ruang terjadinya politik kotor,” tegasnya.
Ia menilai, masyarakat harus berani melawan dan menolak pemberian uang.
“Untuk itulah, pilihlah caleg yang bersih, yang sudah diketahui latar belakangnya, jangan coba coba bermain uang dengan politisi kotor, itu akibatnya fatal,” paparnya.
Jerry mengungkapkan, caleg PSI yang terbukti melakukan politik kotor, akan langsung dipecat.
“PSI tidak mau mengusung anggota dewan kotor, yang pada akhirnya akan korup dan merugikan masyarakat, daerah dan Negara,” pungkasnya. (redaksi)
















































