KPK Tetapkan Gubernur Papua Tersangka Dugaan Gratifikasi

Massa saat mendatangi Mako Brimob Polda Papua mempertanyakan penetapan Gubernur Papua, Lukas Enembe sebagai tersangka dugaan gratifikasi

Metro Merauke – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menetapkan Gubernur, Papua Lukas Enembe sebagai tersangka dugaan gratifikasi senilai Rp 1 miliar.

Penyidik KPK dijadwalkan memeriksa Lukas Emembe di Mako Brimob Polda Papua, Senin (12/09/2022). Akan tetapi yang bersangkutan tidak bisa hadir, sebab sedang sakit.

Bacaan Lainnya

Lukas Enembe kemudian diwakili kuasa hukumnya, Stevanus Roy Rening ke Mako Brimob Polda Papua, di Kotaraja, Kota Jayapura.

Kehadiran kuasa hukum Lukas Enembe di sana, untuk menyerahkan surat keterangan izin berobat kliennya dari Menteri Dalam Negeri selama 14 hari, dan menanyakan kejelasan penetapan Gubernur Papua sebagai tersangka.

“Pak gubernur itu, dinyatakan sebagai tersangka, untuk kasus gratifikasi, tahun 2020 lah,” kata Stevanus Roy Rening di Mako Brimob Polda Papua.

Menurutnya, Lukas Enembe solah-olah, menerima transfer Rp 1 miliar. Padahal menurut kliennya, uang itu miliknya yang ia minta ditransfer ke rekeningnya. Sebab, saat itu Lukas Enembe butuh uang, karena sedang berobat.

Katanya, Gubernur Papua akan mematuhi setiap proses hukum. Hanya saja, dalam waktu dekat ia akan berobat ke luar negeri.

“Berdasarkan surat [dari Mendagri] ini, Pak Gubernur akan berobat ke Filipina,” ujarnya.

Juru Bicara Gubernur Papua, Muhammad Rifai Darus menyatakan Lukas Enembe tidak pernah menerima gratifikasi dari pihak manapun, selama mengabdi di Papua.

“Selama ini, bapak gubernur tidak pernah menangani yang berkaitan dengan proyek pemerintah. Beliau serahkan sepenuhnya kepada masing-masing Satuan Kerja Pemerintah Daerah,” kata Rifai Darus.

Selain itu menurutnya, Lukas Enembe belum pernah diperiksa KPK. Iapun tidak mengetahui latar belakang penetapan dirinya sebagai tersangka penerimaan gratifikasi.

Sementara itu, ratusan massa pendukung Lukas Enembe juga mendatangi Mako Brimob Polda Papua, meminta penyidik KPK menjelaskan penetapan alasan penetapan Lukas Enembe sebagai tersangka.

Massa sejak pagi berkumpul di sejumlah lokasi di sekitar Mako Brimob Polda Papua. Mereka akhirnya datang ke Mako Brimob Polda Papua, saat kuasa hukum Lukas Enembe tiba di sana.

Dalam orasinya, massa menyatakan selama ini Lukas Enembe telah mengabdikan diri untuk Papua, kepentingan warga Papua dan negara, sehingga penetapannya sebagai tersangka patut dipertanyakan. (Arjuna)

Untuk Pembaca Metro Merauke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.