Metro Merauke – Legislator Papua, Larenzus Kadepa menyatakan bersedia menjamin pengalihan penahanan terdakwa makar, Victor Yeimo sebagai tahanan kota atau tahanan rumah.
Anggota komisi bidang pemerintahan, politik, hukum dan hak asasi manusia itu mengatakan, ia bersama beberapa tokoh Papua bersedia menjamin pengalihan penahanan Victor Yeimo.
Menurutnya, penahanan Victor Yeimo mesti dialihkan sebab Juru Bicara Internasional Komite Nasional Papua (KNPB) itu, sedang mengalami gangguan kesehatan.
“Victor Yeimo tak akan pergi kemana-mana dan tetap ikuti proses hukum. Belum ada pihak yang memberikan jaminan kesehatan untuk Victor Yeimo. Saat ini Victor Yeimo sedang berobat,” kata Laurenzus Kadepa, Selasa (22/02/2022).
Menurutnya, dalam sidang pembacaan dakwaan terhadap Victor Yeimo di Pengadilan Negeri Jayapura, Senin (21/02/2022), dokter menyatakan mantan Ketua Umum KNPB itu iudah sembuh.
Akan tetapi mengapa surat keterangan tak diberikan kepada pasien. Ini yang menjadi pertanyaan.
Katanya, ada dasar hukum merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 77 Tahun 2015 Tentang Pedoman Pemeriksaan Kesehatan Jiwa untuk K
Kepentingan penegakan hukum Pasal 3 Ayat 2 Huruf 2 a,b dan c.
“Jadi kami minta supaya jaksa penuntut umum ikuti Peraturan Menteri Kesehatan, karena jika dipaksakan akan mempengaruhi mental dan psikis yang bersangkutan,” ucapnya.
Kadepa juga menyoroti dakwan terhadap Victor Yeimo yang dianggap merencanakan unjuk rasa anti-rasisme berujung rusuh di Kota Jayapura, 2019 silam.
Namun jaksa penuntut umum dalam persidangan, tidak menyoroti kasus rasisme. Justru menyoroti politik hukum terkait masalah Papua.
“Saya menilai, dakwaan JPU jauh sekali. Kalau masalah politik hukum bukan hanya Victor Yeimo. Victor Yeimo hanya khusus untuk rasisme,” ujarnya.
Kadepa mengatakan, perlu dilihat aksi unjuk rasa kasus rasisme di Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura berlangsung aman dan damai pada 19 Agustus 2019.
“Saat aksi unjuk rasa kedua, 29 Agustus 2019 itu, yang meluas rusuh, Victor Yeimo tak hadir. Yang benar rasisme itu musuh kita bersama,” katanya. (Arjuna/Redaksi)














































