Metro Merauke – Majelis Rakyat Papua atau MRP menyatakan, seringnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Papua membawa perubahan dibidang infrastuktur.
Ketua MRP, Timotius Murib mengatakan, sudah belasan kali Presiden Jokowi ke Papua. Dalam catatan MRP, setidaknya mantan sudah 14 kali Jokowi mengunjungi provinsi tertimur Indonesia tersebut.
Katanya, ini merupakan rekor terbanyak kunjungan seorang presiden ke Papua, dan melihat kondisi orang asli Papua.
“Ya pasti adalah [perubahan]. Pembangunan yang setelah ada Jokowi ini, terutama dibidang infrastruktur, kami lihat ini ada [perubahan],” kata Timotius Murib dalam rilis persnya, Kamis (01/09/2022).
Akan tetapi, Timotius Murib mengatakan selama berkunjung ke Papua, belum sekalipun Jokowi datang ke Kantor MRP.
Padahal menurutnya, Presiden Jokowi mestinya menyempatkan berkunjung ke Kantor MRP saat, melakukan kunjungan kerja ke Bumi Cenderawasih.
“Harus ke honai orang asli Papua. Honai [orang asli Papua] itu MRP,” ujarnya.
Katanya, MRP sudah pernah menyampaikan hal itu kepada Jokowi, dalam pertemuan di Istana Negara beberapa waktu lalu.
Ketika itu, Jokowi menyatakan akan menyempatkan diri berkunjung ke Kantor MRP, saat ia kembali melakukan kunjungan ke Papua. Namun ketika itu, Jokowi menyatakan menunggu undang dari MRP.
“Beliau akan tunggu undangan kita. Kami akan undang beliau, kalau beliau mau datang lagi [ke Papua, agar] berkunjung ke MRP. Hari ini belum sempat ke MRP,” kata Timotius Murib.
Presiden Jokowi kembali berkunjung ke Papua sejak 30 Agustus 2022-1 September 2022. Jokowi mengunjungi Kabupaten Jayapura pada 31 Agustus 2022.
Di Kabupaten Jayapura, Jokowi meresmikan Papua Football Academy, menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada peserta Program Keluarga Harapan (PKH).
Jokowi juga membagikan nomor induk berusaha (NIB) kepada para pelaku UMKM di Gedung Olahraga (GOR) Toware, Kabupaten Jayapura.
Jokowi melanjutkan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Mimika. Di sana ia bertemu karyawan PT Freeport Indonesia dan melihat kawasan penambangan tambang emas dan tembaga itu. (Arjuna)














































