Pangdam: TNI Terduga Penganiaya Warga Mappi Sedang Diperiksa

Panglima Kodam (Pangdam) XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa

Metro Merauke – Panglima Kodam (Pangdam) XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menyatakan sejumlah oknum TNI terduga penganiaya dua warga Kabupaten Mappi, kini diperiksa Denpom Merauke.

Dugaan penganiayaan itu terjadi di Pos Bade, Distrik Edera, Kabupaten Mappi, Papua pada 30 Agustus 2022.

Bacaan Lainnya

Dugaan penganiayaan tersebut menyebabkan seorang warga bernama Bruno Amenim Kimko meninggal dunia, dan seorang lainnya, Yohanis Kanggun mengalami luka berat.

Prajurit TNI terduga pelaku penganiayaan adalah personel Batalion Infanteri Raider 600/Modang Kodam VI Mulawarman, Kalimantan Timur.

“Sudah diproses, tapi pelaku-pelakunya ada beberapa yang sudah diperiksa, dan dalam tahap pemberkasan juga. Tinggal ada beberapa anggota ya, khususnya anggota kita yang ada di pos itu, yang masih dalam pendalaman,” kata Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Kamis (22/09/2022).

Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Saleh Mustafa mengatakan Komnas HAM perwakilan Papua telah meminta keterangan beberapa oknum prajurit TNI, yang diduga terlibat penganiayaan.

Akan tetapi, beberapa di antaranya belum dapat dimintai keterangan oleh Komnas HAM perwakilan Papua. Meraka beralasan telah memberikan keterangan kepada Denpom Merauke.

“Memang persoalan-persoalan masalah pemeriksaan yang belum tuntas. Nah ini kita upayakan saling bahu membahu, agar bisa didapatkan keterangan yang sejelas-jelasnya, tentang peristiwa yang terjadi di Mappi tersebut,” ucapnya.

TNI Mengedepankan Operasi Damai

Pangdam mengatakan, dalam melaksanakan tugas TNI mengedepankan teritorial, operasi damai. Kerenanya dengan adanya kedatangan Satgas ini, hal pertama kali yang ia tekankan adalah perlunya mereka mengenai adat dan budaya masyarakat di Papua.

“Kenali adat dan budaya masyarakat. Dekati masyarakat ya. Bangun wilayah damai itu bersama masyarakat, bukan hanya TNI/Polri saja. Jadi keamanan itu harus diwujudkan dengan masyarakat. Kalau masyarakatnya merasa aman, nyaman, damai, saya rasa itu yang kita harapkan,” ujarnya.

Katanya keberadaan TNI dan Polri di suatu wilayah hanya untuk menjamin bahwa keamanan, dan damai itu benar-benar dirasakan oleh masyarakat. (Arjuna)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *