Metro Merauke – Tim ekpedisi Patriot melakukan penelitian dan melihat langsung teknik industri pertanian di Merauke, Papua Selatan. Salah satunya dengan mengunjungi lokasi perkebunan tebu yang dikelola PT Global Papua Abadi, di Kampung Sarmayam, Distrik Tanah Miring, Jumat (12/09/2025).
Dalam kunjungan tersebut, 50 hamasiswa dari 5 universitas di Indonesia, ITB, UI, IPB, Umpat, dan ITS yang tergabung dalam Tim Ekpedisi Patriot, didampingi langsung Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo dengan membawa juga sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), berkesempatan melihat langsung bagaimana penerapan peralatan pertanian serba modern yang digunakan di PT GPA.
Dipandu Pimpinan proyek tebu PT Global Papua Abadi, Totok Lestiyo, rombongan yang ada diajak meninjau lokasi perkebunan tebu, laboratorium pembibitan hingga melihat lokasi pembangunan pabrik gula yang digadang menjadi pabrik gula terbesar se Asia.
Dikatakan Koordinator tim Ekspedisi Patriot, Dwi Kristianto, mengapresiasi Gubernur Apolo Safanpo yang mengajak pihaknya melihat dari dekat teknik industri pertanian tebu yang merupakan bagian dari Proyek Stategis Nasional (PSN).
“Dari tinjauan ini, Tim merangkum saran dan masukan strategis guna menjadi referensi dan daya dukung tim yang bertugas mendesain kawasan transmigrasi di Merauke menjadi kawasan pertumbuhan baru,” jelasnya kepada wartawan di sela sela kegiatan.

Diketahui, Kementerian Transmigrasi menerjunkan Tim Ekspedisi Patriot ke sejumlah daerah, termasuk di Merauke guna melakukan riset dan pemetaan potensi ekonomi di kawasan transmigrasi guna mendukung Asta Cita Presiden dan menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuban ekonomi baru.
Program ini bertujuan meneliti potensi wilayah sekakigus mengembangkan komoditas unggulan agar transmigrasi menjadi pusat ekonomi baru berbasis industrialisasi, hilirisasi, dan investasi.
Dikatakan, popularitas Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan dengan potensi besar di sektor pertanian perlu dibangun berkelanjutan guna mewujudkan Papua Selatan sebagai lumbung pangan kawasan timur Indonesia.
“Salor, Distrik Kurik, akan menjadi pusat pemerintahan Provinsi Papua Selatan. Sementara itu ada juga daerah industri di luar Salor dan formulanya harus disiapkan secara teknologi, tapi dalam kontek pemerataan pembangunan menjadi kata kunci,” kata Dwi Kristianto.
Selaras dengan hal tersebut, hadirnya perusahaan tebu dilengkapi pabrik gula skala besar, diharapkan masyarakat dapat merasakan ‘manisnya’, terutama penyerapan lapangan pekerjaan hingga peningkatan perekonomian masyarakat. (Nuryani)
















































