Metro Merauke – Anggota DPR Papua, Laurenzus Kadepa meminta kepolisian segera mengusut pelaku dugaan pembakaran di Kabupaten Dogiyai, Papua.
Sedikitnya 20 rumah warga dan kios di Kampung Ikebo, Kimipugi, dan Ekimanida, Kabupaten Dogiyai diduga dibakar sekelompok orang tidak dikenal, Minggu malam (22/05/2022).
Anggota komisi bidang pemerintahan, politik, hukum, HAM dan keamanan DPR Papua itu mengatakan, insiden tersebut mesti segera diungkap, agar tidak ada kelompok warga tertentu yang diduga sebagai pelaku.
“Siapa pelaku, dan apa motifnya mesti segera diungkap, agar tidak berkembang berbagai spekulasi di masyarakat,” kata Laurenzus Kadepa, Selasa (24/05/2022).
Anggota DPR Papua, dari wilayah pemilihan Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Dogiyai, Nabire dan Mimika itu tidak ingin insiden tersebut menimbulkan polemik di masyarakat.
“Apabila penyebab kebakaran tidak segera diungkap, saya khawatir akan dimanfaatkan pihak pihak tertentu menciptakan situasi tidak aman dan nyaman di masyarakat,” ucapnya.
Apalagi lanjut Kadepa, dugaan pembakaran ini terjadi di tengah penolakan warga Dogiyai akan pembentukan Polres dan Kodim di wilayah mereka.
Kadepa mengatakan, sejak April hingga Mei 2022, telah terjadi rangkaian aksi kebakaran di Kabupaten Dogiyai, yang mesti segera diungkap polisi.
“Saya juga berharap, para pihak tidak seenaknya menuduh masyarakat tertentu sebagai terduga pelaku pemkaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepolisian Daerah mendalami dugaan pembakaran puluhan rumah dan kios warga, yang tidak menyebabkan adanya korban jiwa itu.
Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri di Kota Jayapura mengatakan, pihaknya mengirimkan tambahan pasukan ke Dogiyai.
“Saya sudah minta segera cari akar persoalan, kenapa bisa terjadi pembakaran. Sudah ada laporan awal, tapi saya minta didalami lagi,” kata Fakhiri.
Menurut Fakhiri, ia juga mengutus para pejabat utama Polda Papua ke Dogiyai, guna melihat langsung apa yang terjadi di sana, dan mengumpulkan informasi dampak kerugian masyarakat. (Arjuna)














































