Metro Merauke – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) wilayah Nduga, pimpinan Egianus Kogeya diperkirakan memiliki dua senjata pelontar granat dan senjata otomatis minimi.
Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Pol Faizal Ramadhani mengatakan pelontar granat itu diduga digunakan kelompok Egianus saat menyerang Pos Satgas Mupe Yonif Marinir-3 di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga.
Penyerangan pada 26 Maret 2022, itu menyebabkan dua prajurit TNI AL gugur dan delapan lainnya terluka.
“Ada tiga pucuk senjata berat yang dikuasi kelompok ini. Minimi dan dua pelontar granat,” kata Faisal Ramadhani, Selasa (29/03/2022).
Dua senjata pelontar granat itu diduga merupakan rampasan kelompok Egianus Kogeya pada 2019 dan 2020 silam.
Begitu pula dengan minimi, senjata buatan Belgia itu juga merupakan rampasan kelompok ini.
“Mereka juga diperkirakan memiliki 11 pucuk senjata laras panjang, dan enam senjata laras pendek,” ujarnya.
Katanya, Egianus Kogeya diduga memimpin langsung penyerangan di Pos Marinir di Distrik Kenyam, akhir pekan lalu.
Dir Reskrimum Polda Papua mengatakan, kelompok Egianus memiliki persenjataan cukup kuat, dan militansi yang tinggi.
“Egianus memiliki militansi yang tinggi, dan sering terjun langsung dalam aksi KKB di Nduga,” ucapnya. (Redaksi/Arjuna)














































